Pemimpin penelitian dari Nanyang Technological University (NTU) Low Kay Soon pada Kamis (3/7) menyebut, satelit VELOX-I dan VELOX-PIII itu diluncurkan dari India Senin lalu (30/6).
Kedua satelit itu, jelasnya, dibuat oleh mahasiswa NTU dan peneliti dari NTU Satellite Research Centre.
VELOX-I adalah nanosatellite yang memiliki berat 7 kilogram. Sedangkan VELOX P-III memrupakan piggybacks yang berukuran lebih besar,
Dua satelit tersebut, dikabarkan
Strait Times, merupakan satu kesatuan unit, namun akan dipisahkan dua bulan kemudian.
Satelit tersebut dilengkapi dengan sejumlah sensor baru yang dirancang untuk dapat bertahan dalam kondisi yang keras di luar angkasa. Hal itu merupakan tahap awal dari pembangunan satelit komersial di masa depan.
Profesor Low menjelaskan, VELOX-I bahkan membawa chip kamera yang lebih ringan dari kamera komersial yang biasa digunakan. Hal itu dinilai dapat meburangi biaya peluncuran.
[mel]
BERITA TERKAIT: