Diketahui Poroshenko mulai menerapkan gencatan senjata sepihak pada Jumat (20/6) selama satu minggu hingga akhir pekan lalu (Jumat, 27/6) di timur Ukraina untuk memberikan waktu bagi kelompok separatisme pro-Rusia melucuti senjatanya sendiri dan membubarkan diri dari pos-pos yang didudukinya.
Hal itu merupakan bagian dari rencana damai Porshenko untuk mengakhiri konflik di wilayah timur Ukraina yang telah terjadi selama beberapa bulan terakhir.
Namun tidak ada respon positif dari separatisme hingga akhir masa gencatan senjata sepihak (Jumat, 27/6). Poroshenko kemudian memperpanjang waktu gencatan sejata selama tiga hari hingga kemarin malam. Akan tetapi tetap tidak ada tanda-tanda mundurnya kelompok separatis hingga gencatan senjata usai.
Poroshenko pun akhirnya membuat keputusan baru untuk melakukan tindakan tegas demi mengakhiri konflik di wilayah timur itu.
"Kami akan menyerang, kami akan membebaskan wilayah kami," kata Prosehnko dikutip
BBC.
Baik Ukraina dan kelompok separatis pro-Rusia sama-sama saling menduh telah melanggar gencatan senjata tersebut.
"Keputusan untuk tidak melanjutkan gencatan senjata adalah jawaban kami untuk teroris, militan dan perampok," tegas Porosehnko yang baru menduduki kursi Presiden Ukraina pada awal Juni lalu.
[mel]
BERITA TERKAIT: