Dalam sebuah pidato di Tel Aviv, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyerukan pembentukan negara Kurdi merdeka di tengah pemberontakan kelompok Sunni Irak yang berupaya mendirikan negara Islam.
Dikabarkan
BBC (Senin, 30/6), Netanyahu menyebut bahwa Kurdi merupajan bangs pejuang yang telah membuktikan komitmen politiknya dan layak mendapatkan kemerdekaan.
Pekan lalu, (Senin, 23/6), pemimpin kelompok Kurdi di Irak, Massoud Barzani juga telah memberikan indikasi kuat bahwa daerahnya akan menentukan masa depannya sendiri di tengah situasi yang berkembang di Irak saat ini.
"Waktunya kini bagi warga Kurdistan untuk menentukan masa depannya dan keputusan rakyat adalah apa yang akan kita tegakkan," kata Barzani kepada
CNN.
Diketahui, kelompok Kurdi Irak yang memiliki otonomi dari Baghdad sejak lebih dari dua dekade terakhir telah lama mendambakan kemerdekaan.
Dengan adanya konflik terbaru yang terjadi sejak dua pekan terakhir di Irak di mana ekstrimis Sunni menduduki sejumlah wilayah di Irak serta perbatasan wilayah Kuridstan Irak agaknya telah membuat warga Kurdi terdorong untuk menentukan nasibnya sendiri.
Kelompok Kurdi Irak sendiri merupakan sekutu Amerika Serikat. Kendati demikian, Amerika Serikat menentang keinginan Kurdi untuk memerdekakan diri.
Untuk diketahui, Kurdistan memiliki angkatan militernya sendiri yang disebut dengan Peshmerga yang saat ini juga terlibat dalam upaya melawan kelompok militan ISIL.
[mel]
BERITA TERKAIT: