"Kadang posisi Putin cukup pragmatis, kadang sangat emosional. Saya hanya mencari waktu di mana ia (Putin) lebih pragmatis dari pada emosional," kata Presiden Ukraina Petro Poroshenko dalam sebuah wawancara khusus di Brussel dengan
CNN (Kamis, 26/6).
Ia menjelaskan, perundingan dengan separatis Rusia di timur Ukraina akan tetap dilansungkan hari ini (Jumat, 27/6) yang merupakan batas akhir gencatan senjata sepihak yang dilakukan Ukraina sejak akhir pekan lalu.
Perundingan tersebut, jelas Poroshenko, dimaksudkan untuk mengakhiri pertempuran separatis yang terjadi sejak beberapa bulan terakhir.
"Saya optimis dan saya berpikir bahwa dalam beberapa minggu, mungkin bulan, kita dapat memiliki kesepakatan untuk membangun perdamaian," ujarnya.
Poroshenko sendiri mengaku siap membuat kesepakatan damai dengan siapapun, termasuk dengan Putin.
"Saya ingin membawa perdamaian ke negara saya, bukan karena kita lemah, bukan karena kita kurang patriotik daripada siapa pun," sambungnya.
Diketahui hubungan Ukraina dan Rusia mengalami ketegangan terutama sejak Rusia menganeksasi Krimea pada Maret lalu. Sejak saat itu, muncul gelombang separatis di sejumlah daerah di timur Ukraina. Dalam upaya meredam situasi yang ada, Poroshenko yang baru menduduki kursi presiden awal bulan ini mendeklarasikan gencatan senjata sepihak selama satu minggu yang akan berakhir hari ini.
[mel]
BERITA TERKAIT: