Mereka juga mengajak teman-teman mereka yang masih bergabung dengan tentara Polisario untuk bergabung dengan mereka.
Pernyataan dan ajakan ini disampaikan Gerakan Pemuda untuk Perubahan dalam rekaman video yang diputar stasiun televisi Al Arabiya News Channel hari Rabu kemarin (4/6).
Kelompok tentara yang melarikan diri tampail di video itu dengan wajah ditutupi masker.
"Kekerasan dilakukan aparatur penindas Polisario terhadap Gerakan Pemuda untuk Perubahan untuk menghalangi mereka mendapatkan reformasi," ujar mereka membacakan pernyataan.
Mereka juga mengatakan, tujuan mereka adalah mengganti kepemimpinan Polisario yang korup. Mereka juga mengatakan, akan lebih banyak lagi perwira yang akan bergabung.
"Kami memanggil tentara yang masih bergabung dengan Polisario untuk membentuk brigade bebas untuk melindungi anggota Gerakan Pemuda untuk Perubahan," ujar mereka sekali lagi.
Abdel-Fattah al-Balamchi dari Pusat Maghreb untuk Diplomasi dan Dialog Paralel Peradaban mengatakan, kelompok pemuda yang sedang bergolak brusaha menarik perhatian dunia internasional. Mereka menuding Sekjen Polisario Mohammed Abdulaziz sebagai pihak yang bertanggungjawab.
Dia juga mengatakan, kondisi bantuan kemanusiaan di Tindouf berkurang karena dukungan internasional belakangan ini pun berkurang.
[dem]
BERITA TERKAIT: