Sementara saingan terkuatnya, mantan perdana menteri dari Partai Batkivshchyna, Yulia Tymoshenko, diperkirakan hanya memperoleh 13 persen suara.
Selain sebagai pemilik perusahaan permen dan coklat, Poroshenko juga dikenal sebagai politisi kawakan di negeri yang bertetangga dengan Rusia itu.
Pemilihan presiden Ukraina berlangsung hari Minggu kemarin (25/5) di tengah kekerasan mematikan yang terjadi di kawasan timur negeri itu dan aktivitas kelompok pro-Rusia yang mencegah rakyat ikut memilih.
Pemilihan ini adalah babak lanjutan dari kriris politik di Ukraina setelah presiden Viktor Yanukovych yang pro Rusia dilengserkan. Menyusul pelengseran Yanukovych itu, republik otonom Krimea di tepi Laut Kaspia melepaskan diri dari Ukraina dan bergabung dengan Rusia.
Kerusuhan terjadi di kawasan Donetsk dan Luhansk. Di tempat itu kelompok separatis yang pro Rusia berkuasa. Tidak banyak pemilih yang memberikan suara di kedua wilayah itu.
Sampai saat TPS ditutup pukul 15.00 waktu setempat, hanya 528 polling TPS dari 2.430 TPS yang buka di Donetsk. Petugas menyebutkan, hanya 11,8 persen pemilih yang datang ke TPS untuk memberikan suara.
[mel]
BERITA TERKAIT: