Ia menghembuskan nafas terakhir hanya satu hari sebelum Polandia merayakan 25 tahun berakhirnya rezim komunis dan kemenangan gerakan pro demokrasi Solidarnosc.
Jenderal Jaruzelski adalah ketua Partai Komunis Polandia. Sudah lama ia menderita sejumlah penyakit.
Pada tahun 1981 Jenderal Jaruzelski memimpin Polandia dan menerapkan hukum darurat militer di seantero Polandi hingga 1983. Kelak di tahun 2008 ia diadili atas keputusan politiknya ini.
Ketika berkuasa, ia juga menahan pemimpin Solidarnosc, Lech Walesa.
Di tahun 1989, setelah gerakan Solidarnosc semakin tak tertahankan, Jenderal Jaruzelski pun bersedia membuka dialog dengan Lech Walesa. Di tahun itu ia menang tipis dalam pemilihan presiden. Namun setahun kemudian ia digulingkan oleh gerakan Solidarnosc yang semakin besar.
Selama Perang Dunia Kedua, Jaruzelski bergabung dalam unit Polandia di Tentara Merah Rusia. Karier militernya terbilang moncer. Setelah perang berakhir, ia diangkat sebagai pejabat politik militer Polandia.
Di tahun 1968 ia adalah Menteri Pertahanan Polandia. Di masa itu ia membantu Uni Soviet menginvasi Czechoslovakia.
Pada tahun 1971 ia terlibat dalam pembantaian pekerja kapal di kota Gdansk dan Gdynia. Ia sempat diadili karena peristiwa itu.
Di tahun 1983 ia bertemu dengan Paus John Paulus II di Warsawa.
Di masa tuanya, Jaruzelski hidup bersama istrinya, Barbara, dan anak perempuannya, Monika. Belum diperoleh informasi mengenai upacara pemakaman Jaruzelski.
[mel]
BERITA TERKAIT: