Menurut keterangan dari Jenderal pangkalan, Mark Milley di hari yang sama, disebutkan bahwa Lopez merupakan seorang veteran tentara yang pernah ditugaskan selama empat bulan di Irak pada tahun 2011 lalu. Selama penugasanm ia tidak mengalami luka serius, namun ia mengidap cedera otak traumatis. Ia menderita depresi, kecemasan, serta keluhan kejiwaan lainnya.
Pasca penugasan, Lopez diketahui menjalani perawatan untuk untuk gangguan mental yang diidapnya itu. Ia juga akan melalui proses yang diperlukan untuk mendiagnosis apakah ia mengidap Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) atau tidak.
Lopez yang berusia 34 tahun itu pada Rabu (2/4) diketahui melepaskan tembakan di pangkalan militer Fort Hood kepada sesama tentara lainnya. Setelah melakukan aksinya, Lopez melakukan aksi bunuh diri.
Belum diketahui apa motif di balik aksinya tersebut. Milley menyebut bahwa sejauh ini tidak ada indikasi yang menunjukkan bahwa kejadian tersebut berhubungan dengan tindakan terorisme. Namun pihak berwenang masih melakukan investigasi dan tidak menutup segala kemungkinan.
"Jelas, kita menggali jauh ke dalam latar belakang, riwayat kriminal atau kejiwaan, serta pengalamannya dalam pertempuran. Semua hal-hal diharapkan sedang dilakukan sekarang," jelas Milley seperti dilansir
CNN.
Lopez diketahui telah menikah dan memiliki seorang anak perempuan yang berusia sekitar 3 tahun. Istri Lopez dikabarkan histeris ketika mengetahui kejadian tersebut.
Dalam melakukan aksinya, Lopez diketahui menggunakan pistol semi otomatis Smith and Wesson kaliber .45. Milley menyebut bahwa pihaknya masih belum mengetahui berapa banyak amunisi yang di bawa Lopez ketika melakukan aksinya.
Milley menjelaskan bahwa setiap senjata harus terdaftar di pangkalan, namun senjata yang digunakan Lopez tersebut tidak terdaftar.
[mel]
BERITA TERKAIT: