Besok Referendum Krimea, Obama Tetap Harapkan Solusi Diplomatik

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/shoffa-a-fajriyah-1'>SHOFFA A FAJRIYAH</a>
LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH
  • Sabtu, 15 Maret 2014, 14:16 WIB
Besok Referendum Krimea, Obama Tetap Harapkan Solusi Diplomatik
barack obama/net
rmol news logo Referendum akan diselenggarakan parlemen Republik Otonom Krimea yang pro-Rusia pada Minggu besok (16/3) untuk menentukan ke mana wilayah itu akan "berinduk".

Namun, Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, masih mengharapkan solusi diplomatik untuk krisis yang terjadi sejak November lalu.

Pernyataan itu disampaikan Obama (Jumat, 14/3) saat bertemu dengan Perdana Menteri Irlandia, Enda Kenny, di Oval Office.

"Kami terus berharap ada solusi diplomatik yang bisa dicapai. Tapi, Amerika Serikat dan Eropa bersatu berdiri tidak hanya dalam pesannya tentang kedaulatan Ukraina, tetapi juga bahwa akan ada konsekuensi jika pada kenyataannya kedaulatan terus dilanggar," kata Obama, seperti dilansir dari Reuters (Sabtu, 15/3).

Perlu diketahui, Krimea adalah republik otonom di bawah Ukraina. Sebagian penduduk Krimea adalah etnis Rusia dan memilih sikap pro Rusia. Beberapa waktu belakangan ini sikap masyarakat Ukraina secara umum terbelah. Sebagian pro Rusia dan sebagian lagi pro Eropa.

Sementara itu, presiden sementara Ukraina yang baru ditunjuk Oleksander Turchinov akan lebih fokus mendekatkan diri ke arah integrasi Uni Eropa. Hal inilah yang membuat parlemen Krimea yang pro-Rusia menuntut diadakannya referendum.[ald]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA