Namun, Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, masih mengharapkan solusi diplomatik untuk krisis yang terjadi sejak November lalu.
Pernyataan itu disampaikan Obama (Jumat, 14/3) saat bertemu dengan Perdana Menteri Irlandia, Enda Kenny, di Oval Office.
"Kami terus berharap ada solusi diplomatik yang bisa dicapai. Tapi, Amerika Serikat dan Eropa bersatu berdiri tidak hanya dalam pesannya tentang kedaulatan Ukraina, tetapi juga bahwa akan ada konsekuensi jika pada kenyataannya kedaulatan terus dilanggar," kata Obama, seperti dilansir dari
Reuters (Sabtu, 15/3).
Perlu diketahui, Krimea adalah republik otonom di bawah Ukraina. Sebagian penduduk Krimea adalah etnis Rusia dan memilih sikap pro Rusia. Beberapa waktu belakangan ini sikap masyarakat Ukraina secara umum terbelah. Sebagian pro Rusia dan sebagian lagi pro Eropa.
Sementara itu, presiden sementara Ukraina yang baru ditunjuk Oleksander Turchinov akan lebih fokus mendekatkan diri ke arah integrasi Uni Eropa. Hal inilah yang membuat parlemen Krimea yang pro-Rusia menuntut diadakannya referendum.
[ald]
BERITA TERKAIT: