Seperti dilansir
The Guardian yang merujuk pada laporan
Wall Street Journal pada Kamis (13/3), pesawat MAS berjenis Boeing 777-200 tersebut diduga masih terbang selama lebih dari empat jam setelah kehilangan kontak dengan pengatur lalu-lintas udara.
Penampakan definitif terakhir pesawat di radar sipil diketahui masih terdeteksi sebelum pukul 01.30 pada Sabtu dini hari (8/3), kurang dari satu jam setelah pesawat lepas landas dari Kuala Lumpur untuk menuju Beijing.
The Wall Street Journal, mengutip keterangan dari dua orang Amerika Serikat yang disebut memahami dan menginvestigasi hal tersebut, menyatakan bahwa pesawat diduga masih terbang sekitar empat jam lebih setelah kehilangan kontak. Namun, tidak melansir identitas kedua orang tersebut.
Keterangan tersebut didasarkan pada data otomatis yang diunduh dan dikirim kembali oleh pesawat yang hilang tersebut ke Rolls Royce, produsen mesin Boeing 777 di Amerika Serikat. Pengiriman data tersebut merupakan proses yang secara otomatis dilakukan sebagai bagian dari program pemeliharaan dan pemantauan rutin pesawat Boeing.
Sementara itu,
Daily Mail menyebut bahwa tim kontra-terorisme Amerika Serikat mengkaji kemungkinan bahwa pesawat yang membawa total 239 orang tersebut dibawa ke lokasi lain yang dirahasiakan dengan maksud menggunakannya untuk tujuan lain.
Dengan waktu penerbangan lebih dari empat jam tersebut, pesawat mampu terbang untuk jarak tambahan sekitar 2.200 mil laut. Pakar terorisme pemerintah kini mengkaji kemungkinan adanya pilot atau orang lain yang mematikan transponder (
transmitter responder) pesawat untuk menghindari adanya deteksi radar dan terbang ke lokasi lain.
Akan tetapi
Wall Street Journal tidak menjelaskan apakah penyidik memiliki bukti terorisme atau pembajakan terkait temuannya tersebut.
[ald]
BERITA TERKAIT: