"Bombardir telah dikirim untuk menyelidiki dugaan klaim puing yang ditemukan oleh citra satelit China," kata Menteri Transportasi Datuk Seri Hishammuddin Hussein seperti dilansir media Malaysia,
New Straits Times pada Kamis (11/3).
Bombardier yang disebutkan nampaknya merujuk pada pesawat buatan Kanada yang dikirim oleh Malaysia ke lokasi dimaksud.
Sebelumnya, China melansir tiga foto satelit yang mendeteksi adanya objek mengambang di sekitar Laut China Selatan pada Minggu (9/3), sehari setelah MH370 yang membawa 239 orang menghilang. Namun foto satelit itu baru dirilis oleh pemerintah China pada Rabu (12/3).
Pejabat Malaysia tidak memberikan respon atas pertanyaan mengenai apakah sebelumnya China telah memberitahukan informasi tersebut atau
tidak. Akan tetapi, seorang pejabat militer Vietnam yang terlibat dalam operasi pencarian bersama dengan sejumlah negara lainnya menyebut bahwa Vietnam hanya diberitahui mengenai temuan objek oleh satelit China pada hari ini (Kamis, 13/3). Ia menyebut bahwa pihaknya saat ini telah melakukan verifikasi informasi itu.
Secara terpisah, Jurubicara koordinator pencarian Malaysia mengatakan bahwa pemerintah akan melakukan investigasi ke lokasi di mana objek mengambang dideteksi oleh satelit China.
"Yang pasti, seperti yang disebutkan, kita akan melihat semua bidang terutama yang dengan petunjuk konkret," katanya melalui pesan singkat.
Pencarian pesawat MAS yang memasuki hari keenam telah diperluas ke daerah yang meliputi hampir 27 ribu mil laut (lebih dari 90 ribu kilometer persegi) dengan melibatkan personel militer dari sejumlah negara yang membantu.
Pencarian awalnya difokuskan pada daerah lepas pantai Vietnam dekat Laut China Selatan di mana Boeing 777 membuat kontak terakhir sebelum menghilang dalam perjalanannya dari Kuala Lumpur menuju Beijing.
Namun pencarian tersebut tidak membuahkan hasil. Otoritas Malaysia kemudian memperluas pencarian ke Laut Andaman, sebelah utara Indonesia.
[wid]
BERITA TERKAIT: