perjalanan yang menyediakan tiket untuk dua penumpang pengguna paspor palsu yang menumpang pesawat Boeing 777-200 milik Malaysia Airlines nomor penerbangan MH370 yang hilang Sabtu dini hari lalu.
Wakil pengawas kantor imigrasi wilayah Chonburi, Letkol Ratchtapong, menyebutkan bahwa timnya menemukan tiket tersebut dipesan dan dibeli dari dua agen perjalanan, yakni Grand Horizon di Pattaya Selatan dan Six Stars Travel di Central Plaza Pattaya, pada Kamis pekan lalu (6/3).
Bangkok Post mengaku berhasil menghubungi seorang petugas dari salah satu agen perjalanan tersebut. Petugas yang menolak menyebutkan namanya mengaku bahwa perusahaannya telah menerima pemesanan dua tiket penerbangan tersebut melalui email, dari seorang pria Iran yang disebut bernama Ali.
Petugas tersebut juga mengatakan bahwa Ali pernah beberapa kali melakukan pemesanan tiket ke Thailand di mana ia menjalankan bisnis, melalui agen perjalanannya. Ali juga disebut sering memesan tiket melalui agen tersebut untuk penerbangan, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk temannya ketika berada di Pattaya.
Lebih lanjut ia menuturkan bahwa dalam pemesanan tiket bagi dua orang
pengguna paspor curian tersebut, Ali mengirim pemesanan dari Iran melalui email. Dalam email pertama, Ali meminta agen tersebut untuk memesan tiket dari maskapai Etihad Airways atau Qatar Airways, untuk penerbangan ke Kopenhagen dan Frankfurt.
Namun, dua tiket dari maskapai itu dinilai mahal, dan Ali kemudian memutuskan untuk membeli tiket dari maskapai China Southern Airlines seharga 25.500 bath per tiket.
Petugas itu menyebut bahwa Ali meminta temannya di Thailand untuk melakukan pembayaran tiket dalam mata uang bath.
"Sulit bagi saya untuk mengatakan pada saat ini apakah Ali dan temannya yang membayar tiket termasuk dalam dugaan serangan teror di pesawat Malaysia atau tidak, karena ia hanya pelanggan asing dari perusahaan saya," katanya.
Petugas itu menyebut bahwa ia juga telah memberikan penjelasan mengenai masalah tersebut kepada badan Amerika Serikat, Federal Bureau of Investigation atau FBI.
Sementara itu, Komisioner Imigrasi Thailand, Pharnu Kerdlarpphon, pada Senin (10/3), mengatakan bahwa paspor milik warga Italia dan Austria tersebut telah hilang di Thailand. Namun tak seorang pun yang menggunakan paspor tersebut untuk keluar dari Thailand.
Ia mengakui Thailand sebagai tujuan wisata yang populer. Kenyataan tersebut kerap disalahgunakan untuk operasi sindikat pemalsuan paspor, yang terus ditekan oleh otoritas Thailand.
Ia juga menyebutkan bahwa penggunaan paspor curian bisa saja digunakan
untuk aksi terorisme. Namun, ia menjelaskan bahwa paspor curian cenderung digunakan untuk imigran ilegal yang mungkin berupaya mencari pekerjaan di negara lain.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa paspor yang hilang di Thailand tersebut bisa saja digunakan di negara lain, karena database dari paspor curian belum terhubung secara global.
Berdasarkan data badan imigrasi, dalam setahun Thailand menerima sekitar 1.000 laporan orang asing yang kehilangan paspor. Kehilangan disebabkan karena beberapa hal seperti lupa menyimpan, paspor jatuh ke air atau pencurian.
[ald]
BERITA TERKAIT: