Serangan Balik, Rusia Beberkan Daftar Dosa Internasional Amerika Serikat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Jumat, 07 Maret 2014, 17:03 WIB
Serangan Balik, Rusia Beberkan Daftar Dosa Internasional Amerika Serikat
Aleksandr Lukashevich/net
rmol news logo Pada Rabu (5/3), Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat mempublikasikan 10 klaim palsu Presiden Rusia, Vladimir Putin, terkait Ukraina. Hal tersebut dipublikasikan di situs resmi Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat dengan judul "President Putin's Fiction: 10 False Claims About Ukraine".

Menanggapi "10 klaim palsu Putin" tersebut, Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan bahwa Amerika Serikat telah menerapkan standar ganda.

"Departemen luar negeri Amerika Serikat tengah mencoba bermain pada interpretasi satu sisi tanpa malu-malu atas kejadian (di Ukraina)," kata juru bicara kementerian, Aleksandr Lukashevich, pada Kamis waktu setempat (6/3).

Ia menuding balik Amerika Serikat memiliki peran dalam krisis yang terjadi di negara bekas Uni Soviet tersebut.

"Tentunya, Washington tidak bisa mengakui bahwa mereka menjaga protes, mendorong kekerasan untuk menggulingkan pemerintahan sah, dan dengan demikian membuka jalan bagi mereka yang sekarang berpura-pura menjadi kekuatan yang sah di Kiev," lanjutnya.

Namun ia mengatakan bahwa pihaknya tidak akan merespons tudingan Amerika Serikat itu, yang disebut Rusia sebagai propaganda level rendah.

"Kami akan hanya mengatakan lagi bahwa kami berhadapan dengan arogansi yang tidak dapat diterima dan berpura-pura memiliki monopoli atas kebenaran," tutur Lukashevich dalam pernyataannya di situs Kementerian Luar Negeri Rusia seperti dilansir Russia Today.

Lebih lanjut, ia juga menyebut bahwa Amerika Serikat tidak memiliki hak moral untuk mengajari tentang pengamatan hukum internasional dan penghormatan kedaulatan negara-negara lain. Ia bahkan membeberkan tindakan Amerika Serikat yang juga pernah melakukan invasi di sejumlah negara.

"Bagaimana dengan pengeboman di bekas Yugoslavia atau invasi Irak dengan penyebab yang dibuat-buat?" tuturnya.

Rusia membeberkan Perang Vietnam yang merenggut nyawa dua juta warga sipil, belum lagi benar-benar menghancurkan lingkungan. Dengan dalih membangun keamanan bagi warga Amerika yang hanya kebetulan berada di daerah konflik, Amerika Serikat menginvasi Lebanon pada 1958 dan Republik Dominika pada 1965, memberikan serangan kecil di Grenada tahun 1983, mengebom Libya tahun 1986 dan menduduki Panama tiga tahun kemudian.

Ia menyebut bahwa keterlibatan Rusia dalam konflik dilakukan untuk melindungi Ukraina, dan khususnya penduduk Krimea.

"Mereka (Amerika Serikat) berani menyalahkan Rusia atas agresi bersenjata ketika berdiri untuk rekan-rekannya yang mayoritas terdiri dari penduduk Krimea," tandas Lukashevich. [ald]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA