Uni Eropa Keroyok Yanukovych Cs, Aset-asetnya Dibekukan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Kamis, 06 Maret 2014, 12:46 WIB
Uni Eropa Keroyok Yanukovych Cs, Aset-asetnya Dibekukan
Viktor Yanukovych/net
RMOL. Uni Eropa membekukan aset-aset milik 18 mantan pejabat Ukraina yang dinilai bertanggungjawab atas penggelapan uang negara bekas Uni Soviet tersebut. Keputusan tersebut diumumkan pada Rabu (5/3) oleh Dewan Uni Eropa.

"Seperti yang disepakati di Dewan Hubungan Luar Negeri pada tanggal 3 Maret, Dewan mengadopsi sanksi Uni Eropa yang difokuskan pada pembekuan dan pemulihan dana negara Ukraina yang disalahgunakan," kata pernyataan dari Dewan Eropa seperti dilansir Kyiv Post.

"Keputusan hari ini menargetkan 18 orang yang diidentifikasi bertanggung jawab atas penyalahgunaan, " lanjut pernyataan tersebut.

Nama-nama 18 orang tersebut dilansir pada Kamis pagi (6/3) di Jurnal Resmi Uni Eropa. Seperti dilansir Fox News, di antara nama-nama tersebut adalah presiden terguling, Viktor Yanukovych dan orang-orang dekatnya, antara lain adalah mantan Menteri Dalam Negeri, Menteri Kehakiman, Jaksa Penuntut Umum, Kepala Dinas Keamanan dan anak laki-laki Yanukovych.

Sanksi pembekuan aset juga dilakukan pada mantan Perdana Menteri Ukraina Mykola Azarov serta anak laki-lakinya.

Uni Eropa menyebut bahwa pembekuan aset tersebut akan dilakukan selama 12 bulan yang dihitung sejak hari ini.

Pembekuan aset milik Yanukovych beserta mantan pejabat tinggi Ukraina lainnya bukan baru kali ini dilakukan pihak asing. Dalam beberapa hari terakhir, Austria telah membekukan aset milik 18 orang mantan pejabat tinggi Ukrina. Sementara itu, Swiss dan Lichtenstein juga telah membekukan aset milik 20 orang mantan petinggi Ukraina. Di antara daftar tersebut, nama Yanukovych dan anak laki-laki tertuanya, Oleksandr Yanukovych turut berada di dalamnya.

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Kanada telah terlebih dahulu memberlakukan larangan perjalanan bagi mantan pejabat Ukraina yang disebut bertanggung jawab atas konflik di Kiev. Amerika Serikat juga telah mengeluarkan saran bagi sejumlah bank agar meningkatkan pengawasan ke rekening pribadi yang dimiliki oleh mantan tokoh politik senior Ukraina. [ald]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA