Patung Liberty dan Situs Warisan Dunia Lainnya Terancam Tenggelam Tahun 4014

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Rabu, 05 Maret 2014, 10:59 WIB
Patung Liberty dan Situs Warisan Dunia Lainnya Terancam Tenggelam Tahun 4014
rmol news logo Perubahan iklim dan pemanasan global bukan hanya menjadi ancaman bagi kerusakan lingkungan, tapi juga bagi keberlangsungan dari eksistensi situs-situs warisan dunia.

Saat ini terdapat lebih dari 700 situs warisan dunia yang terdaftar dalam badan di bawah naungan PBB, UNESCO World Heritage. Namun hampir 140 situs di antaranya terancam tenggelam dalam kurun waktu 2 ribu tahun mendatang karena meningkatknya permukaan laut.

Hal tersebut terungkap dalam sebuah laporan studi terbaru terkait lingkungan yang dipublikasikan dalam Journal Environmental Research Letters pada Rabu (5/3) seperti dilansir AFP.

Laporan tersebut memperkirakan bahwa pada tahun 4014, situs-situs bersejarah dunia berpotensi tenggelam akibat naiknya permukaan laut sekitar 1.8 meter akibat terjadinya pemanasan global.

Perhitungan tersebut dilakukan berdasarkan permukaan laut yang meningkat sejalan dengan peningkatan suhu global yang diperkirakan dapat mencapai sekitar tiga derajat celcius lebih tinggi dibandingkan suhu di masa sebelum adanya revolusi industri.

Laporan tersebut juga menyebut bahwa rata-rata suhu global saat ini telah meningkat sekitar 0.8 celcius, sejak sebelum masa industri.

Sementara itu PBB melalui Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) juga telah memperkirakan bahwa rata-rata suhu global bisa meningkat 2.6 sampai 4.8 derajat celcius pada akhir abad ini dengan skenario tingginya emisi gas rumah kaca.

Sejumlah situs yang disebutkan berpotensi terkena dampak peningkatan permukaan laut di antaranya adalah menara London di Inggris, patung Liberty di Amerika Serikat, piramida di Mesir, Colosseum di Roma, Parthenon di Yunani, Sydney Opera House di Australia, Venice di Italia, Hiroshima Peace Memorial di Jepang dan Roben Island di Afrika Selatan, yakni tempat di mana Nelson Mandela pernah dipenjarakan
selama 18 tahun.

Salah satu peneliti dari Postdam Institute for Climate Impact Research (PIK) Anders Levermann yang melakukan penelitian menyebut bahwa tujuan ia dan tim melakukan penelitian adalah untuk mempelajari dampak perubahan iklim pada situs-situs warisan dunia ketika peneliti lain hanya fokus membahas dampak pada alam, ekonomi, dan agrikultur.

"Analisa kami menunjukkan betapa serius dampak jangka panjang bagi warisan kebudayaan kita ke depan bila perubahan iklim tidak dikurangi," tandasnya.[zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA