"Memang pengembangan proyek di Indonesia sangat atraktif dan kompatibel bagi pengusaha Rusia," jelasnya dalam acara Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-9 Indonesia-Rusia Bidang Ekonomi, Perdagangan dan Kerja sama Teknis di Ritz Carlton Jakarta pada Selasa (25/2).
Menurut dia, sejauh ini pengusaha Rusia tidak menemukan kesulitan dalam pembangunan proyek-proyek bersama di Indonesia. Inilah salah satu alasan yang membuat pengusaha Rusia tertarik berinvestasi di Indonesia.
"Saya ingin menggarisbawahi bahwa proyek-proyek besar yang diusulkan Rusia punya makna sosial-ekonomi yang tinggi, artinya punya banyak manfaat bagi masyarakat," jelasnya.
Salah satu proyek besar yang dimaksudkannya adalah investasi Rusia tahun ini di Kalimantan Timur yang nilainya mencapai 5-6 miliar dolar AS.
"Kita bicara tentang terwujudnya smelter dan jalan kereta api di Kalimantan Timur yang efeknya bagus untuk masyarakat setempat," paparnya.
Ke depan, lanjut Rogozin, pihaknya berharap hubungan kedua negara tetap terjalin baik demi kelancaran pengembangan proyek bersama.
"Ada keinginan Rusia untuk mendapat preferensi kelonggaran tertentu dalam bidang penanaman investasi supaya proyek-proyek tersebut bisa berjalan dengan baik," kata Rogozin.
Ia memastikan bahwa pihaknya tak menemukan masalah komunikasi dengan Indonesia terkait pengembangan investasi.
"Kami tidak temukan masalah-masalah serius untuk komunikasi dengan Indonesia," tandasnya.
[wid]
BERITA TERKAIT: