Demikian disampaikan pihak berwenang Thailand dalam keterangan tertulis sebagaimana dilansir
Voanews (Minggu, 23/2).
Disebutkan bahwa saat insiden itu terjadi, sebanyak 500 pendukung kelompok oposisi sedang berkumpul di Propinsi Trat, yang terletak 300 km sebelah timur Ibukota Bangkok. Sekelompok orang bersenjata kemudian datang dengan mengendarai dua buah mobil pick up dan melemparkan sedikitnya dua buah bom serta menembaki para demonstran itu.
"Sebagian korban mengalami cedera berat dan jumlah korban tewas kemungkinan akan meningkat," ujar pihak kepolisian setempat dalam keterangan tersebut.
Serangan ini merupakan insiden terbaru dalam rangkaian kekerasan yang telah menewaskan sedikitnya 17 orang sejak bulan November.
Thailand mengalami krisis sejak akhir tahun lalu, setelah kelompok oposisi menuduh pemerintahan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra korupsi dan hanya pemerintahan bayangan yang dikuasai oleh kakak Yingluck, bekas PM Thaksin Shinawatra yang saat ini menetap di luar negeri.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: