Warga Sipil Meksiko Duduki Wilayah Kartel Narkoba

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Minggu, 09 Februari 2014, 15:51 WIB
Warga Sipil Meksiko Duduki Wilayah Kartel Narkoba
ilustrasi/net
rmol news logo Kelompok warga sipil pemerang narkoba di negara bagian Michoacan, Meksiko mulai memasuki daerah kekuasaan kartel narkoba Knights Templar.

Ratusan warga sipil, lengkap dengan kendaraan bersenjata dan pasukan, tiba di Apatzingan pada Sabtu (8/2). Mereka memblokir sejumlah jalan masuk ke kota yang terletak di bagian barat Meksiko tersebut.

Mereka bersama dengan pasukan keamanan resmi dan militer berupaya mencari pemimpin kartel narkoba dari rumah ke rumah. Sejumlah orang telah ditahan, termasuk saudara laki-laki dari pemimpin teratas organisasi tersebut.

"Warga sipil akan mengambil alih keamanan di Apatzingan," ujar Wakil Sekretaris Pemerintahan Michoacan Fernando Cano sebagaimana dikutip kantor berita AFP (Minggu, 9/2).

Warga sipil yang menamakan diri sebagai kelompok pertahanan diri ini mulai melancarkan perlawanan terhadap geng Knights Templar pada awal Januari lalu dan berhasil mengambil alih kekuasaan di Michoacan.  Kemudian pada 11 Januari mereka bertekad untuk menguasai Apatzingan. Pasalnya, kartel yang menguasai perdagangan narkoba di wilayah tersebut kerap melakukan pembunuhan dan penculikan serta memeras warga sipil.

Knights Templar menuduh bahwa aksi kelompok warga sipil bersenjata ini didalangi oleh kartel narkoba yang baru dari negara bagian Jalisco. Ini lantaran Knight Templar dan organisasi baru itu kerap bertikai untuk menguasai wilayah aktivitas kriminal.

Namun begitu, tuduhan itu dibantah oleh warga sipil, dan menyatakan mereka tidak memiliki kaitan dengan kartel Generasi Baru. Warga sipil beralasan tindakan perlawanan dilakukan karena pemerintah tidak dapat menjamin keselamatan keluarga mereka. Kekerasan yang disebabkan kartel narkoba di Meksiko telah terjadi selama enam tahun, dan tercatat lebih dari 70.000 orang tewas. Kamis lalu, polisi menemukan sebuah kuburan massal dengan jumlah 20 jenazah di kota Tinguindin, Michoacan. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA