Seperti dikabarkan
Bangkokpost, Sekretaris Jenderal PDRC Suthep Thaugsuban juga ikut dalam aksi unjuk rasa tersebut untuk menyuarakan protes dan kecaman atas penyelenggaraan pemilu.
Pada Jumat malam (31/1), Suthep mengimbau para demonstran agar melakukan aksi unjuk rasa serta blokade jalan secara damai di Bangkok. Ia juga mengimbau bahwa pihaknya tidak akan menghalangi siapapun yang akan memilih ke TPS.
"Orang-orang tidak akan menutup TPS, tetapi akan menggelar protes di jalan. Mereka akan berunjuk rasa dengan tenang, damai, tanpa kekerasan. Jika ada orang datang untuk mencoba menimbulkan masalah, kami benar-benar tidak akan sependapat dengan mereka. Kami tidak akan melakukan apapun yang akan menghambat orang untuk memilih," kata Suthep seperti dikutip
Asiaone (Sabtu, 1/2).
Massa pengunjuk rasa yang turun ke jalanan Bangkok hari ini mayoritas menggunakan pakaian berwarna merah, termasuk Suthep. Hal tersebut sesuai dengan ajakan Suthep untuk merayakan tahun baru China dengan menggunakan pakaian berwarna merah. Di Thailand, warna merah identik dengan warna pendukung Yingluck. Namun Suthep menyebut bahwa tidak ada satu orang pun yang berhak membajak atau mengklaim warna.
"Demi menghormati tahun baru China, mari kita kenakan warna merah dalam unjuk rasa kita ke Yaowaraj," katanya pada Jumat malam kemarin.
Sementara itu, berdasarkan data terakhir dari Erawan Medical Center yang memonitoring rumah sakit di Thailand, sedikitnya sepuluh orang telah tewas dan 577 orang terluka sejak protes dan demonstrasi menentang pemerintahan Yingluck dimulai pada akhir November 2013 lalu.
[ian]
BERITA TERKAIT: