Demikian kesimpulan RAND Corporation, sebuah lembaga
think thank di Amerika Serikat, dalam penelitian terakhir yang mereka lakukan mengenai Korea Utara.
Hasil penelitian itu sebetulnya telah dipublikasikan tahun lalu. Namun hari Rabu lalu (29/1), peneliti RAND Bruce W. Bennett mempresentasikan hasil riset itu dalam pertemuan Komisi Ekonomi dan Keamanan Amerika Serikat dan China.
Kim Jong Un yang baru berkuasa selama dua tahun dianggap terlalu banyak ikut campur dalam urusan militer. Kelompok militer diperkirakan tidak begitu menyukai intervensi Kim Jong Un ini.
Bukan tidak mungkin Kim Jong Un akan menjadi target pembunuhan yang dilakukan kelompok militer senior yang karena merasa terancam mulai mengatur siasat untuk menyingkirkannya.
"Banyak dari kalangan militer ini yang kelihatannya mengkhawatirkan masa depan mereka dan keluarga mereka," ujar Bennett.
[dem]
BERITA TERKAIT: