Bom tersebut diletakkan di sebuah mobil milik seorang dokter yang tinggal di sekitar lokasi. Bom kemudian meledak saat mobil itu tengah terparkir tidak jauh dari gedung intelejen. Kekuatan ledakan menyebabkan bagian dinding luar runtuh dan melukai enam tentara yang berdiri tak jauh dari pusat ledakan.
"Pemboman itu merupakan kelanjutan dari gelombang serangan yang dilakukan oleh 'teroris pengecut', yaitu kelompok-kelompok yang telah menyulut perselisihan," ujar jurubicara militer Ahmed Ali dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir
Reuters (Minggu, 20/10).
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab. Namun beberapa militan Mesir, termasuk al Qaeda, telah meningkatkan intensitas serangan meraka terhadap polisi dan tentaran, pasca militer menggulingkan Presiden Mohamed Mursi pada bulan Juli lalu.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: