Anas yang bernama lengkap Anas al Libi ini merupakan salah seorang pemimpin al Qaeda. Ia diduga merupakan salah satu otak pengeboman kedutaan AS pada 1998 di Kenya dan Tanzania, yang menewaskan setidaknya 220 orang.
Pejebat resmi pemerintah AS mengatakan, Anas ditangkap oleh pasukan khusus AS yang tengah melakukan dua serangan terpisah kepada sejumlah tokoh senior kelompok Islam militan di Afrika. Satu serangan lain dilakukan di bagian selatan Somalia, dengan pimpinan al Shabab sebagai targetnya. Tetapi, serangan itu gagal.
Pria berusia 49 tahun itu ditangkap setelah AS mendapat laporan mengenai keberadaannya dari pemerintah Libya. Saksi mata mengatakan, Anas ditangkap saat tengah memarkir mobil di rumah. Tiba-tiba tiga kendaraan mengepung dan memecahkan jendela mobil Anas.
"Senjata Anas diamankan sebelum akhirnya dia dibawa pergi," tutur saksi mata yang juga saudara Anas, Nabih sebagaimana dikutip
AP (Minggu, 6/10).
Anas yang bernama asli Nazih Abdul Hamed al Ruqai masuk dalam daftar orang paling dicari FBI selama lebih dari satu dekade. Imbalan sebesar 5 juta dolar AS telah disiapkan bagi siapa saja yang mampu membawa kepalanya kepada FBI.
[ian]
BERITA TERKAIT: