Acara yang dihadiri sekitar 500 partisipan ini mendapat perhatian khusus dari warga Jepang. Seksi Publikasi Pormas 2013 PPI-ON Febdian Rusydi Melalui siaran persnya kepada
Rakyat Merdeka Online, pagi ini (Senin, 12/8) menyebutkan, acara tersebut dibuka Konsul Jenderal Ibnu Hadi dan Walikota Minoh Kurata Tetsuro. Sejumlah warga asing, termasuk warga Jepang, terlihat hadir dan berpartisipasi dalam acara itu.
Sebagai informasi, papar Febdian, Pormas adalah kegiatan rutin PPI Kansai di wilayah Osaka, Kyoto, Nara, Hyogo, Mie, Wakayama, Okayama dan Shiga. Acara ini mempertandingkan sejumlah pertandingan, antara lain badminton, tenis meja, tenis lapangan, bola basket, bola voli, dan futsal, serta perlombaan khusus untuk anak-anak.
Para peserta tidak hanya berasal dari para pelajar Indonesia, tapi juga para pekerja Indonesia (kenshusei) yang berada di wilayah Kansai. PORMAS telah menjadi salah satu ikon kebersamaan WNI di wilayah Kansai dan awalnya merupakan bagian dari rangkaian acara perayaan kemerdekaan RI.
Sementara dalam sambutannya, Ibnu Hadi mengatakan bahwa menjaga kerukunan dan rasa keindonesiaan selalu menjadi misi utama dalam setiap kegiatan masyarakat yang dikoordinir bersama KJRI. Selain itu, kegiatan seperti PORMAS ini menjadi ajang sosialisasi yang baik bagi konsulat terkait program-program pemerintah, termasuk
agenda pemilihan umum raya yang diadakan tahun depan.
Di tepi lain, Kurata Tetsuro menyampaikan rasa hormat dan terimakasih kepada PPI-ON yang telah memilih kota Minoh sebagai tempat penyelenggaraan PORMAS ini. Lebih jauh Kurata Tetsuro memaparkan bahwa kehadiran pelajar asing di kotanya membawa keuntungan tersendiri bagi penduduk setempat. Mereka memanfaatkan kehadiran para pelajar asing tersebut untuk mempelajari budaya-budaya luar dan menjadi salah satu rujukan untuk mengevaluasi budaya mereka.
Sejumlah warga Jepang memang terlihat membaur bersama penonton lainnya. Untuk diketahui pula, Minoh adalah kota di propinsi Osaka. Banyak pelajar asing, termasuk yang berasal dari Indonesia, yang tinggal di kota ini karena salah satu kampus Osaka University berada di perbatasan tiga kota, Minoh, Ibaraki, dan Suita.
Menurut Muhammad Yusri Lukman, Ketua PPI-ON yang juga dosen arsitektur di Universitas Muslim Indonesia, Makasar, pemilihan tanggal dan lokasi memang
direncanakan jauh-jauh hari antara hari raya Idul Fitri dan 17 Agustus. Dengan demikian, momen lebaran diharapkan dapat menambah suasana keakraban.
Pada kenyataannya, Pormas kali ini memang terasa sangat berbeda. Setelah berpuasa sebulan penuh lebih dari 17 jam per hari (karena bulan Ramadan bertepatan dengan musim panas) sembari tetap menjalankan aktivitas rutin, kesempatan berkumpul bersama-sama ini tidak dilewatkan oleh banyak WNI di wilayah Kansai.
Pertandingan olahraga yang biasanya serius dan menegangkan, kali ini lebih banyak canda-tawa sehingga suasana keakraban Indonesia terasa kental, ditemani oleh masakan Indonesia yang disiapkan secara sukarela oleh tuan rumah.
Persiapan acara ini telah dimulai semenjak tahun lalu di bawah koordinasi Ryanto The, mahasiswa pasca di Teknik Mesin, Osaka University.
"Ada sekitar 80 anggota PPI-ON yang aktif mempersiapkan acara ini semenjak kami diberi amanah sebagai tuan rumah. Pekerjaan paling sulit adalah mempersiapkan konsumsi, karena kami memasak sendiri. Mengenai pendanaan, kami mendapat dukungan dari toko farmasi Otsuka Osaka dan Otsuka Tokushima, perusahaan jasa telekomunikasi Brastel, bank BNI, dan Indonesia Trade Promotor Center (ITPC)," jelas Ryanto The.
Hasil pertandingannya, PPI-ON tampil sebagai juara umum pada Pormas 2013 dengan raihan empat medali emas, tiga perak dan satu perunggu. EPA Nurse, PPI-Kyoto dan Kenshusei Osaka-Nara masing-masing mendapatkan dua medali emas, sedangkan PPI Kobe dan Kenshusei Wakayama masing-masing satu medali emas.
[wid]
BERITA TERKAIT: