"Karena peningkatan keamanan, semua staf di kedutaan kami di Yaman untuk sementara di tarik, dan kedutaan akan tetap ditutup hingga staf kami kembali," kata Jurubicara kantor luar negeri Inggris, Selasa (6/8).
Inggris adalah satu di antara beberapa negara Barat yang menutup kedutaannya pada akhir pekan kemarin menyusul peringatan AS terkait serangan Al Qaida. Dalam peringatan yang dikeluarkan tersebut, AS memerintahkan warganya untuk segera meninggalkan Yaman dan menarik semua staf non esensial pemerintahnya.
Peringatan tersebut dilaporkan terkait penyadapan komunikasi antara pemimpin Al Qaida Ayman al-Zawahiri dan pemimpin afiliasinya yang bermarkas di Yaman yaitu Nasser al-Wuhayshi.
London awalnya menutup kedutaannya di Sanaa hanya untuk dua hari, Minggu dan Senin. Namun di hari Senin dikatakan akan memperpanjang penutupan tersebut hingga akhir perayaan Idul Fitri pada pekan ini. Sebelumnya, Washington menutup 20-an kedutaannya dan konsulat pada Minggu, dikatakan hampir 19 pos diplomatik di Timur Tengah dan Afrika akan tetap hingga 10 Agustus.
Pemerintah Inggris menyarankan warganya tidak berpergian ke Yaman dan dalam pernyataannya menyatakan "sangat mendesak" warga Inggris untuk segera meninggalkan negara tersebut.
[dem]
BERITA TERKAIT: