RMOL. Gara-gara korupsi yang meÂnyeret menantu Raja Spanyol, Inaki Urdangarin (43), bekas atlet bola tangan, keluarga Kerajaan Spanyol dipaksa mempubliÂkaÂsikan detail penghasilan mereka untuk pertama kali, Rabu (28/12). Gaji Raja Juan Carlos jauh lebih gede dibanding Perdana Menteri Jose Luis Rodriguez Zapatero yang mundur pekan lalu.
Dari daftar gaji yang dimuat di situs web kerajaan www.casareal.com, diÂketahui Raja Juan Carlos (73) mendapat gaji dan berbagai tunjangan yang totalnya berÂjumlah 292.752 euro atau sekitar Rp 3,463 miliar pada 2011.
Penguasa monarki itu menÂdapat tunjangan dari negara seÂbesar 140.519 euro (sekitar Rp 1,662 miliar) ditambah 152.233 euro atau sekitar Rp 1,801 miliar unÂtuk menjalankan tuÂgas-tugas keÂrajaan. Sedangkan Zapatero berÂpenghasilan taÂhunan sebesar 78.185 euro atau sekitar Rp 925 juta.
Pangeran Felipe (43) yang menikah dengan bekas presenter televise, Putri Letizia, mendapat gaji setengah dari pendapatan Raja, yakni sekitar 70.260 euro 831 juta plus tunjangan negara 76.117 euro atau sekitar Rp 900 juÂta. Semua gaji keluarga keraÂjaan itu dipotong 15 persen pada 2010.
Jaksa tengah menyelidiki tuÂduhan korupsi yang melibatkan yayasan milik Urdangarin, yang menikah dengan putri bungsu Raja, Cristina. Urdangarin tidak menerima gaji dari negara.
Menurut catatan akuntan keraÂjaan, Ratu Sofia, Putri Letizia, Putri Cristina dan Putri Elena tidak mendapat gaji resmi yang tetap, namun menerima tunjaÂngan untuk menjalankan tugas-tugas kerajaan. Jumlahnya seÂkitar 375.000 euro atau sekitar Rp 4,4 miliar pada 2011.
Saat Spanyol diterpa kesulitan ekonomi, keluarga kerajaan ditekan untuk membuka catatan keuangan mereka.
Budget kerajaan dibekukan pada 2010 kemudian dipotong sekitar 470.000 euro atau sekitar 5,2 persen menjadi 8,43 juta euro atau sekitar Rp 99.726 miliar paÂda 2011. Pemotongan anggaran itu diusulkan keluarga kerajaan.
“Raja sama sekali tidak punya keharusan untuk mengumumkan pendapatannya. Namun, tindakan ini tidak lain merupakan hasil tekanan dari media, blog, dan politisi yang mencurigai meÂnantunya,†ujar Pilar Urbano yang telah banyak menulis buku mengenai keluarga kerajaan.
Juan Carlos menjadi raja pada tahun 1975, dua hari setelah kematian Jenderal Francisco Franco. Juan Carlos dihormati karena membantu proses demoÂkrasi di negeri itu. [Harian Rakyat Merdeka]
< SEBELUMNYA
BERIKUTNYA >
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: