Mereka diketahui sebagai mantan biksu di biara Kirti. Biara itu dikenal sebagai biara yang dihuni sebagian besar biksu anti pemerintahan China. Belakangan keduanya diberitakan bernama Choepel dan Khayang.
Keduanya membakar diri mereka pada Jumat (7/10) pagi, di jalan Aba yaitu sebuah tempat yang menjadi komunitas bagi para etnis Tibet. Salah satu remaja tersebut dilaporkan tewas dalam melakukan aksinya.
Pada pertengahan bulan Agustus lalu, seorang biksu Tibet juga dikabarkan membakar dirinya sendiri di daerah otonomi etnis Tibet di Barat Cina, seperti dilaporkan
Xinhua. Tidak diketahui apakah biksu tersebut akhirnya meninggal atau selamat.
Menurut gerakan pembebasan Tibet (Free Tibet), tindakan bakar diri remaja atau Biksu Tiber adalah bukti bahwa ada banyak pemuda Tibet yang berani menarik perhatian global. Hal ini sebagai bentuk protes para pemuda Tibet terhadap pelanggaran HAM terbesar di dunia yang ditutupi oleh pemerintah China.
"Komunitas internasional tidak bisa lagi diam saat menghadapi kekerasan yang dilakukan pemerintah Cina terhadap warga Tibet, ini waktunya (komunitas internasional) untuk membela (hak Tibet),'' ujar Direktur Free Tibet, Stephanie Brigden sebagaimana dilansir
BBC (Sabtu, 8/10).
Saat ini banyak warga Tibet yang mengeluhkan tentang pertumbuhan dominasi etnis Han China yang secara sengaja dipindahkan ke Tibet. Menurut warga Tibet, upaya pemerintah China ini adalah salah satu upaya untuk menghilangkan kebudayaan Tibet.
[ald]
BERITA TERKAIT: