Pemerintah Irak Bahkan telah melakukan cicilan awal pembelian pesawat sebesar 1,4 miliar Dolar AS. Demikian ditegaskan Jurubicara pemerintah Irak, Ali al Dabbagh yang menyatakan bahwa pihaknya telah mentranser uang tersebut dari jumlah total yang harus dibayar yakni sebesar 3 miliar Dolar AS. Pesawat tempur ini diharapkan tiba di Irak sebelum akhir tahun nanti, mengingat pasukan AS akan meninggalkan Irak pada akhir tahun ini.
"Karena keamanan negara adalah penting, dan angkatan udara adalah tulang punggung untuk pertahanan Irak", ujar Ali al Dabbagh sebagaimana dikutip
Al Jazeera (Rabu, 28/9).
Pemerintah Irak memang telah mencapai kesepakatan dengan AS dalam pembelian jet tempur ini sejak awal tahun ini. Namun, hal ini terkendala karena pemerintah Irak lebih memfokuskan pengalokasian dana mereka untuk masalah kesejahteraan pasca krisis internal.
Pembelian pesawat tempur ini menunjukan bahwa Irak telah menjadi sekutu baru Amerika Serikat di Timur Tengah. Hal senada juga dikatakan Jurubicara Departemen Luar Negeri AS, Victoria Nuland yang mengatakan bahwa pembelian ini merupakan simbol dari komitmen AS kepada Irak yang sedianya akan menjadi mitra strategis AS pada jangka panjang mendatang.
[wid]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: