Tiga orang warga Asia tewas keÂmarin, setelah ditabrak mobil seÂlama kerusuhan di BirÂmingÂham. Saksi mata menyebutkan, meÂreka ditabrak saat mencoba meÂlinÂdungi koÂmunitasnya dari para penjarah.
Polisi mengatakan, telah meÂnangkap seorang pria yang diÂduÂga melakukan pembunuhan di kota terbesar kedua di Inggris. PaÂramedis mengatakan, sekitar 80 orang menyaksikan kejadian itu. Dua orang dipastikan tewas di tempat dan seorang lagi meÂninggal di rumah sakit.
“Orang-orang usai berdoa. MeÂreka meÂlindungi teman-teman kami. Korban berdiri di sisi jalan dan moÂbil itu mengejar mereka,†kata Kabir Khan Isakhel.
Kerusuhan di London dipicu penembakan pemuda Tottenham kulit hitam Mark Duggan (29) oleh polisi. Warga menuntut keadilan. Polisi menyangka DugÂgan adalah anggota
gangster.Kepolisian London telah meÂngerahkan ribuan petugasnya unÂtuk mengakhiri kerusuhan yang terburuk sepanjang 30 tahun seÂjarah Inggris. Sejak terjadinya keÂrusuhan Sabtu lalu, London tak ubahnya menjadi kota hantu. KiÂni tiÂdak ada aktivitas masyarakat seÂperti biasanya. Toko-toko dan perÂkantoran bisnis di LonÂdon, belum ada yang buka karena taÂkut deÂngan kerusuhan. PerÂekoÂnoÂmian negara ikut terganggu.
Polisi setidaknya telah meÂnangkap lebih dari 1.100 orang sejak pecahnya kekerasan. KoÂnÂvoi besar kendaraan polisi tamÂpak terlihat melalui jalan-jalan di London Timur.
“Total polisi di lapangan saat ini berjumlah 16.000 petugas,†kata Komandan Operasi KepoÂlisian London Simon Foy seperti dilansir
The Associated Press, kemarin. Menurut Foy, peÂngeÂrahan petugas-petugas ini untuk mengatasi kerusuhan di Ibu Kota London yang telah menjalar ke Liverpool, Birmingham, Bristol, Nottingham, Leeds dan ManÂchesÂter. Dia mengatakan semua polisi yang cuti dibatalkan. Para polisi ini akan berjaga-jaga seÂlama 24 jam dalam upaya meÂrekam kerusuhan yang dipicu dari penembakan warga Tottenham, Mark Duggan, oleh polisi pada Kamis minggu lalu.
Terlepas dari upaya aparat keÂamanan menangani kerusuhan tersebut, beberapa warga juga terÂlihat berjaga-jaga melindungi lingkungan mereka. Di luar seÂbuah kuil Sikh di Southall, LonÂdon barat, warga bersumpah membela tempat ibadah mereka jika para perusuh muncul. KeÂlomÂpok lain berbaris melalui Enfield, di London utara, yang bertujuan untuk mencegah para penjarah.
Di Manchester, ratusan peÂmuda yang beberapa di antaranya terlihat seperti berusia 10 tahun, mengamuk di pusat kota dengan melempari botol dan batu ke arah polisi dan merusak toko-toko. Saat beraksi mereka juga memÂbakar sebuah toko pakaian wanita dan sebuah perpustakaan.
Perdana Menteri Inggris David Cameron mengumpulkan angÂgota parlemen dan memeÂrinÂtahkan ribuan tambahan polisi untuk turun ke jalanan kota LonÂdon. Kerusuhan paling parah di Inggris dalam satu dekade ini masih menyisakan kebakaran di berbagai sudut kota.
Kepada anak-anak yang terÂlibat dalam aksi kerusuhan dan penjarahan Cameron mengÂanÂcam, “Kalian akan merasakan kekuatan hukum. Dan jika kaÂlian sudah cukup dewasa dalam meÂlakukan kejahatan ini, arÂtinya kalian cukup dewasa untuk menÂgÂhadapi hukuman,†lanjutnya.
[rm]
BERITA TERKAIT: