Kerusuhan Inggris Makan Korban Nyawa Warga Asia

London Mulai Tenang, Kota Lainnya Masih Membara

Kamis, 11 Agustus 2011, 06:13 WIB
Kerusuhan Inggris Makan Korban Nyawa Warga Asia
PASCA KERUSUHAN yang dipicu protes penembakan warga kulit hitam oleh polisi di Tottenham.
RMOL. Suasana di hari kelima di ibukota Inggris, London, kemarin, mulai tenang, menyusul kerusuhan yang dipicu protes penembakan warga kulit hitam oleh polisi di Tottenham.  Namun, di luar London, suasana kian mencekam. Bahkan, insiden ini makan korban nyawa warga Asia.

Tiga orang warga Asia tewas ke­marin, setelah ditabrak mobil se­lama kerusuhan di Bir­ming­ham. Saksi mata menyebutkan, me­reka ditabrak saat mencoba me­lin­dungi ko­munitasnya dari para penjarah.

Polisi mengatakan, telah me­nangkap seorang pria yang di­du­ga melakukan pembunuhan di kota terbesar kedua di Inggris. Pa­ramedis mengatakan, sekitar 80 orang menyaksikan kejadian itu. Dua orang dipastikan tewas di tempat dan seorang lagi me­ninggal di rumah sakit.

“Orang-orang usai berdoa. Me­reka me­lindungi teman-teman kami. Korban berdiri di sisi jalan dan mo­bil itu mengejar mereka,” kata Kabir Khan Isakhel.

Kerusuhan di London dipicu penembakan pemuda Tottenham kulit hitam Mark Duggan (29) oleh polisi. Warga menuntut keadilan. Polisi menyangka Dug­gan adalah anggota gangster.

Kepolisian London telah me­ngerahkan ribuan petugasnya un­tuk mengakhiri kerusuhan yang terburuk sepanjang 30 tahun se­jarah Inggris. Sejak terjadinya ke­rusuhan Sabtu lalu, London tak ubahnya menjadi kota hantu. Ki­ni ti­dak ada aktivitas masyarakat se­perti biasanya. Toko-toko dan per­kantoran bisnis di Lon­don, belum ada yang buka karena ta­kut de­ngan kerusuhan. Per­eko­no­mian negara ikut terganggu.

Polisi setidaknya telah me­nangkap lebih dari 1.100 orang sejak pecahnya kekerasan. Ko­n­voi besar kendaraan polisi tam­pak terlihat melalui jalan-jalan di London Timur.

“Total polisi di lapangan saat ini berjumlah 16.000 petugas,” kata Komandan Operasi Kepo­lisian London Simon Foy seperti dilansir The Associated Press, kemarin. Menurut Foy, pe­nge­rahan petugas-petugas ini untuk mengatasi kerusuhan di Ibu Kota London yang telah menjalar ke Liverpool, Birmingham, Bristol, Nottingham, Leeds dan Man­ches­ter. Dia mengatakan semua polisi yang cuti dibatalkan. Para polisi ini akan berjaga-jaga se­lama 24 jam dalam upaya me­rekam kerusuhan yang dipicu dari penembakan warga Tottenham, Mark Duggan, oleh polisi pada Kamis minggu lalu.

Terlepas dari upaya aparat ke­amanan menangani kerusuhan tersebut, beberapa warga juga ter­lihat berjaga-jaga melindungi lingkungan mereka. Di luar se­buah kuil Sikh di Southall, Lon­don barat, warga bersumpah membela tempat ibadah mereka jika para perusuh muncul. Ke­lom­pok lain berbaris melalui Enfield, di London utara, yang bertujuan untuk mencegah para penjarah.

Di Manchester, ratusan pe­muda yang beberapa di antaranya terlihat seperti berusia 10 tahun, mengamuk di pusat kota dengan melempari botol dan batu ke arah polisi dan merusak toko-toko. Saat beraksi mereka juga mem­bakar sebuah toko pakaian wanita dan sebuah perpustakaan.

Perdana Menteri Inggris David Cameron mengumpulkan ang­gota parlemen dan meme­rin­tahkan ribuan tambahan polisi untuk turun ke jalanan kota Lon­don. Kerusuhan paling parah di Inggris dalam satu dekade ini masih menyisakan kebakaran di berbagai sudut kota.

Kepada anak-anak yang ter­libat dalam aksi kerusuhan dan penjarahan Cameron meng­an­cam, “Kalian akan merasakan kekuatan hukum. Dan jika ka­lian sudah cukup dewasa dalam me­lakukan kejahatan ini, ar­tinya kalian cukup dewasa untuk men­g­hadapi hukuman,” lanjutnya.   [rm]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA