PM Norwegia Jens Stoltenberg mengatakan, negara yang dianggap surga oleh dunia kini sudah diubah menjadi neraka oleh teroris.
"Yang lebih menyakitkan adalah bahwa tempat di mana saya telah mengalami sukacita, komitmen dan keamanan, telah dirusak oleh kekerasan brutal. Surga telah berubah menjadi neraka," ujar Stoltenberg, dikutip dari
Reuters, hari ini (Sabtu, 23/7).
Sebelumnya Stoltenberg selamat dari ledakan bom yang menewaskan lebih dari tujuh orang di Oslo. Dalam konfrensi pers di Oslo dia mengatakan tragedi itu adalah mimpi buruk untuk Norwegia.
"Sejak perang dunia kedua, negara kita tidak pernah mengalami kejahatan dengan skala besar seperti ini," tambahnya.
Perdana Menteri mengatakan, dia tidak ingin berspekulasi tentang motif dari serangan. Tetapi dia mengakui bahwa pemerintah mencermati perkembangan kelompok sayap kanan di negaranya.
"Ada beberapa kelompok semacam itu di Norwegia, tapi sekali lagi saya tidak akan berspekulasi. Kami akan menunggu penyelidikan dari polisi," tegasnya.
Sebagaimana dilansir
New York Times (Sabtu, 23/7) , kepolisian Norwegia telah merilis nama tersangka pelaku penembakan yang diidentifikasi bernama Andres Behring Breivik (32), diduga sebagai seorang ekstrimis sayap kanan. Kepala Polisi Norwegia, Sveinung Sponheim, mengatakan, pria yang berambut pirang ini memiliki ciri politik ekstrimis kanan.
Sampai saat ini masih belum diketahui motivasi Breivik melakukan pembantaian. Namun, banyak spekulasi yang menyebut sasarannya adalah pemerintahan liberal Perdana Menteri Jens Stoltenberg.
"Polisi memiliki beberapa alasan bahwa ada kaitan antara ledakan di Oslo dan penembakan di Utoya" ujar Sponheim.
Breivik mempunyai bisnis di Rena, timur Norwegia. Ia diizinkan memesan sejumlah besar amonium nitrat, bahan dasar yang digunakan untuk bahan peledak. Pihak berwenang sedang menyelidiki apakah bahan kimia itu digunakan untuk pengeboman di Oslo.
Dari akun Facebooknya, Breivik mengklaim beraliran politik konservatif. Breivik juga mengakui hobinya berburu, bermain video games World of Warcraft dan Modern Warfare 2, juga membaca buku The Prince karya Marchiavelli dan 1984 karya George Orwell. Di akun twitternya yang dimiliki atas nama Breivik, pria ini berkicau "One person with a belief is equal to the force of 100,000 who have only interests".
[ald]
BERITA TERKAIT: