Pria bersenjata yang menyamar sebagai polisi melepaskan tembakan beruntun ke sebuah kamp pemuda Partai Buruh yang berkuasa di Norwegia, di Pulau Utoya. Tindakan itu menewaskan sekitar 80 orang di Pulau Utoya. Beberapa jam sebelumnya, dia disangka terlibat dalam pengeboman di pusat pemerintahan Norwegia, yang terakhir dikabarkan menewaskan tujuh orang.
Belakangan ini kelompok sayap kanan Norwegia bertumbuh pesat dengan propaganda anti-semit dan sikap xenophobia (alergi terhadap segala sesuatu yang asing) yang penyebarannya lewat jejaring sosial. Kelompok ekstrim kanan di Norwegia memiliki koneksi dengan ekstrimis kanan di Swedia dan beberapa negara Eropa lainnya.
Tragedi ini menjadi salah satu tragedi terburuk di Eropa setelah pengeboman di London pada 2005 silam oleh jaringan teroris Al Qaeda yang menewaskan 52 orang.
Seperti dilansir
Reuters (Sabtu, 23/7), serangan yang terjadi di Norwegia ini mirip dengan apa yang terjadi di Oklahoma, Amerika Serikat (AS) pada 1995. Di Oklahoma, seorang militan sayap kanan, Timothy McVeigh, meledakkan bom di truk yang berada di kantor pemerintah Oklahoma dan menewaskan 168 warga.
[ald]
BERITA TERKAIT: