Pihak Argentina hingga saat ini masih menuding Iran sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan 85 orang tersebut.
Sementara itu Kementerian Luar Negeri Iran membantah negaranya terlibat dalam insiden tersebut, Tapi di sisi lain Kementrian Luar Negeri Iran mengutuk serangan tersebut dan memberikan simpatinya kepada para korban.
Seperti dilansir IRNA (Minggu, 17/7), Pemerintah Iran akan membantu Argentina dalam penyelidikan yang dinilai telah salah arah tersebut. Pemerintah Iran mengatakan siap menggelar dialog yang bersifat konstruktif dan bekerja sama dengan pemerintah Argentina untuk memberikan jawaban mengenai masalah tudingan terhadap Iran tersebut.
Meski demikian, pihak Argentina mengatakan akan mempublikasikan sebuah laporan intelejennya atas hasil penyelidikan terhadap kasus ini beberapa hari mendatang. Interpol telah mengeluarkan perintah penahanan terhadap lima warga Iran dan seorang warga Lebanon yang diduga terlibat pemboman tersebut.
Salah satu buronan yang dicari adalah Menteri Pertahanan Iran Jendral Ahmed Vahidi. Saat serangan terjadi, Vahidi adalah komandan pasukan khusus garda Revolusi Iran atau Pasukan Quds dan diduga sebagai dalang pemboman tersebut. Presiden Argentina Cristina Fernandez de Kirchner telah beberapa kali menuntut ekstradisi Vahidi dan warga Iran yang dituduh terlibat dalam serangan itu.
[wid]
BERITA TERKAIT: