Demikian diungkapkan Azis Nurwahyudi, Counsellor Politik KBRI Praha,
dalam siaran pers yang diterima
Rakyat Merdeka Online (Rabu, 19/1)
Menurut Azis Nurwahyudi, dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Emeria Siregar
menjelaskan perkembangan hubungan Indonesia-Ceko yang sama-sama telah mengalami banyak perubahan menuju negara demokrasi, dan bahwa sejak kedatangannya hampir empat bulan lalu telah berkunjung ke berbagai daerah di Ceko sebagai upaya meningkatkan berbagai kerjasama bilateral. Juga disampaikan proses perkembangan demokrasi di Indonesia yang telah berlangsung sejak 1998.
Duta Besar Emeria Siregar meminta agar Havel berkenan menjadi patron pada
acara-acara kebudayaan Indonesia di Ceko, mengingat Havel adalah budayawan Ceko yang legendaris.
Menanggapi hal tersebut, Vaclav Havel, tokoh yang memimpin Revolusi Beludru di
Cekoslovakia tahun 1989, menyambut baik hubungan bilateral yang semakin hangat
antara Indonesia-Ceko, dan secara tegas menyanggupi untuk menjadi patron
kegiatan budaya Indonesia di Ceko.
Atas keinginan mantan Presiden Vaclav Havel untuk berkunjung ke Indonesia,
Emeria Siregar menyatakan sangat menyambut baik dan akan mengupayakan pihak
Indonesia untuk mengundangnya.
Pertemuan singkat yang berjalan hangat tersebut merupakan salah satu upaya KBRI
Praha dalam memperkenalkan kembali Indonesia baru kepada para elit politik Ceko.
Pada kunjungan tersebut, seraya menyampaikan penghargaan atas upaya keras
Pemerintah Ceko untuk melestarikan kastil-kastil indah yang merupakan warisan
budaya nasional (
national heritage), Duta Besar Emeria Siregar juga memberikan
kenang-kenangan berupa kain tenun dan keris dari perak sambil menjelaskan bahwa
keris merupakan warisan budaya Indonesia yang telah diakui UNESCO.
[yan]
BERITA TERKAIT: