Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

KJRI Dubai Berhasil Pulangkan 19 TKW

Sabtu, 15 Januari 2011, 02:53 WIB
KJRI Dubai Berhasil Pulangkan 19 TKW
ilustrasi, TKI
RMOL. Sebagai bentuk dukungan pelaksanaan Sistem Pelayanan Warga (Citizen Service) per­wakilan RI di luar negeri, Kon­sulat Jenderal Republik Indo­nesia (KJRI) Dubai mengklaim telah mem­bantu menyelesai­kan masalah dan memulangkan TKI ber­masalah dari Dubai.

   Sekretaris Pertama Plt. Fungsi Pene­rangan Sosial dan Budaya (Pensosbud) KJRI Dubai Adi­guna Wijaya mengatakan, 19 orang TKW Bermasalah (TKW-B) dilakukan dalam 3 tahap, yaitu tanggal 7 Januari 2011 (3 orang), 11 Januari 2011 (8 orang) dan 13 Januari 2011 (8 orang).

   Sedangkan Jenazah TKW a.n. Rodiyah Bt Muin Darmina yang meninggal dalam pe­nerbangan Royal Brunei Air­ways dari Bandar Seri Bega­wan menuju Dubai pada tang­gal 27 Desember 2010 lalu, telah direpatriasi pada tanggal 12 Januari 2011.

“Permasalahan yang diha­dapi para TKW-B sangat bera­gam, seperti misalnya gaji yang tidak dibayarkan, menderita sakit, serta tidak tahan situasi pe­kerjaan yang dianggap ter­la­lu berat,” demikian Adiguna dalam siaran persnya, Kamis (13/1).

Dijelaskannya, sesuai de­ngan prosedur, selama men­jalani proses penyelesaian hu­kum dan administrasi dengan otoritas terkait di Dubai (kantor Imigrasi, Kepolisian, agen penyalur tenaga kerja lokal dan majikan) para TKW-B tersebut menghuni penampungan se­mentara di KJRI Dubai. Proses penyelesaian hukum tersebut sepenuhnya di bawah bantuan dan mediasi KJRI Dubai.

“Sebagian besar dari ke-19 orang TKW-B yang dire­pa­triasi tersebut merupakan pe­serta Sekolah TKW yang di­se­lenggarakan oleh KJRI Dubai yang bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan KJRI Dubai.

Lebih lanjut, Adiguna men­jelaskan, sejak sekolah TKW itu diresmikan pada awal De­sember 2010 lalu, sekolah itu memiliki empat mata pelajaran di antaranya, bahasa Inggris, menata meja dan meng­hi­dangkan makanan (table man­ner), menjahit dan membuat kerajinan aksesoris.

“Sekolah itu akan berlang­sung dari bulan Januari hingga Juni 2011,” tuturnya.

Salah satu TKW yang men­jadi siswa kelas bahasa Inggris yang juga TKW-B asal Ma­jalengka, Jawa Barat dan turut da­lam rombongan yang dir­e­patriasi kali ini, Nurilah binti Su­ra Ardiya mengaku, dia me­rasa bersyukur telah dibantu pulang ke kampung halamannya.

“Namun, sayangnya saya tidak bisa mengikuti sepe­nuh­nya kursus itu karena harus segera pulang ke Indonesia,” kata Nurilah yang telah bekerja sebagai pembantu di Dubai selama 20 bulan.

Menanggapi kasus me­ning­galnya TKW Rodiyah Binti Muin Darmina yang di­diag­nosa akibat penyakit jantung yang diidapnya dari tanah air, Konsul Jenderal RI Dubai Mansyur Pangeran mene­gas­kan, proses pengiriman TKI yang akan be­kerja ke luar negeri wajib dalam kondisi sehat 100 pesen.

“Sebab, beberapa kasus yang sama mengenai serangan jan­tung bagi para TKW sering terjadi. Selain itu, di luar faktor ke­sehatan, mereka juga wajib me­mililki keterampilan yang di­butuhkan serta pemahaman akan budaya dan kondisi ne­gara tujuan,” ujar Mansyur.   [RM]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA