DPR Minta Pemerintah Kembalikan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara
Laporan: | Senin, 23 Januari 2017, 15:48 WIB

Komisi I DPR RI meminta Dewan Ketahanan Nasional mengkaji kembali propabilitas Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) yang dulu pernah dilaksanakan. Program pendidikan untuk menanamkan rasa kecintaan terhadap negara di bawah Departemen Pertahanan itu dinilai sukses pada masanya. PPBN juga dipandang masih kompatibel dilaksanakan saat ini di bawah Kementerian Pertahanan.
"Tolong dikaji kembali oleh Wantanas. Kebijakan terkait PPBN ada di Dephan karena di sana ada Dirjen Porthan yang membawahi bela negara. Semua kalau yang mau mengerjakan itu banyak juga yang protes. Namanya juga jangan latihan bela negara," jelas anggota Komisi I Supiadin Aries Saputra dalam rapat kerja bersama Wantanas dan Lemhanas di komplek parlemen, Jakarta, Senin (23/1).
Menurut Supiadin, dahulu PPBN dilaksanakan secara masif di lingkungan sekolah, mulai tingkat SD hingga perguruan tinggi. Untuk di lingkungan kerja, PPBN juga dilaksanakan bertahap ketika penerimaan kerja sebagai pegawai negeri dan TNI. Lingkungan sosial sampai ke pemukiman tak luput menjadi sasaran program pendidikan yang diciptakan era Orde Baru tersebut. Dia melanjutkan, gaya PPBN nantinya tidak harus mutlak memakai seragam dan latihan fisik. Sebab PPBN tidak menggunakan pendidikan semi militer seperti yang dilihat masyarakat selama ini.
"Pedomannya benar, tapi sasaran bela negara yang menjadi pertanyaan. Itu ada lima. Satu cinta Tanah Air, rela berkorban, sadar berbangsa dan bernegara, yakin akan kesaktian Pancasila, memiliki kemampuan awal bela negara. Maka lima sasaran ini harus dipegang, dilaksanakan di tiga lingkungan tadi," papar politisi Partai Nasdem tersebut.
Supiadin menambahkan, lima sasaran bela negara semestinya terlaksana dengan baik. Jika tidak maka akan menimbulkan bias terhadap tujuan bela negara itu sendiri. Selain itu juga, sumber daya pelatih belum memahami betul bagaimana bela negara seharusnya bertujuan memberikan pendidikan atas perilaku masyarakat.
"Caranya ada macam-macam. Ada yang jadi prajurit dan pendidikan. Itu pengabdian melalui militer bentuk-bentuk bela negara. Tapi prinsip tadi PPBN itu dilaksanakan dan sasarannya harus terwujud," tegasnya.
[wah]