Akom: Kapolri Tidak Bertanggung Jawab Kalau Demonstran Menginap Di DPR
Laporan: | Selasa, 08 November 2016, 15:44 WIB

Ternyata, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian sempat mengancam akan tidak bertanggung jawab terhadap keamanan jika massa Aksi Bela Islam II diizinkan menginap di dalam kompleks parlemen Senayan, Jakarta, pada Jumat malam lalu (4/11).
Hal itu diungkapkan oleh Ketua DPR RI, Ade Komarudin, menanggapi rentetan kritik terhadapnya karena melarang para demonstran yang berdatangan dari kawasan Istana Negara untuk menginap di gedung parlemen pada malam itu.
"Karena Kapolri dengan Pak Wakapolri bilangnya kayak begitu kepada saya. Kalau dibuka berarti di luar tanggung jawab kami (polisi). Ya saya enggak mau kalau aparat penegak hukum tidak bertanggung jawab. Kalau ada apa-apa saya disuruh tanggung jawab," ujar Ade ketika ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (8/11).
Pria yang akrab disapa Akom itu mengakui bahwa dia kemudian meneruskan apa yang disampaikan Kapolri dan Wakapolri ke Sekretaris Jenderal DPR RI, Winatuningtiyastiti.
"Terus saya bilang kalau ada apa-apa, kamu (Sekjen) yang tanggung jawab kalau kamu ambil keputusan di luar itu," ucapnya.
Banyak pihak menilai kebijakan Akom melarang massa demonstran menginap di kompleks parlemen adalah karena ada potensi penggulingan Jokowi. Akom disebut khawatir para demonstran akan menuntut penggulingan pemerintahan Jokowi dari area parlemen.
"Tidak ada soal politik, saya cuma masalah tempat. Itu malam hari, kan batasnya sampai jam 6. Kalau misalkan mau demo siang silakan, kita siapkan tempat dan tidak masalah. Ini (gedung DPR) bukan penginapan," tegasnya.
[ald]