Gerindra Siap Kalau Parliamentary Threshold Dinaikkan Jadi 10 Persen
Laporan: | Senin, 31 Oktober 2016, 19:17 WIB

Partai Gerindra setuju dengan wacana kenaikan persentase ambang batas parlemen (parliamentary threshold). Mereka tak mempermasalahkan seberapa besarpun angka kenaikannya dari saat ini sebesar 3,5 persen.
"Saya kira perlu ada penambahan. Penambahan threshold. Terserah mau berapa. Ada yang partai minta 7 persen, 5 persen. Ya berapa aja kalau Gerindra berapa persen aja kita siap. Enggak ada masalah," tegas Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon ketika ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (31/10).
Apalagi, tambah Fadli, belajar dari beberapa Pemilu pasca reformasi, parliamentary threshold selalu dinaikkan setiap lima tahun. Hal tersebut untuk meningkatkan partisipasi masyarakat untuk mengikuti Pemilu.
Lebih lanjut Fadli Zon tak setuju dengan anggapan bahwa parliamentary threshold hanya untuk menyederhanakan partai. Sebab dia melihat dari sepuluh partai yang ada, tidak ada di parlemen, satupun yang melolak.
"Kan supaya tingkat partisipasi masyarakat di dalam parpol menjadi lebih tinggi, kemudian ada satu teori penyederhanaan partai walaupun belum tentu teori itu tepat. Saya kira sih sepuluh partai di Indonesia oke-oke saja," ungkapnya.
"Kalau ada yang mau menaikkan 5, 7, 8 persen Gerindra siap saja. 10 persen pun kita siap," tutupnya.
[zul]