Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)

Nasir Djamil Duga Ada Motif Balas Dendam di Balik Penembakan Polisi

Laporan: Ruslan Tambak | Jumat, 31 Agustus 2012, 18:27 WIB
Nasir Djamil Duga Ada Motif Balas Dendam di Balik Penembakan Polisi Aksi penembakan yang kembali terjadi di Solo terhadap polisi sulit untuk dideteksi siapa pelakunya.

"Biasanya pelaku seperti ini sulit dideteksi dan sifatnya hit and run," kata Wakil Ketua Komisi III, Nasir Djamil kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu, Jumat, (31/8).

Tapi, politisi PKS ini menduga, ada motif balas dendam dari serangkaian penembakan kepada polisi itu. Karena perlakuan polisi kepada teroris terkadang patut diragukan.

"Artinya bisa jadi target terhadap teroris oleh Densus Polri dinilai meragukan, sehingga yang menjadi target ataupun keluarga yang menjadi korban target melakukan balas dendam," paparnya.

Sebagaimana diketahui, penembakan di Solo yang kembali terjadi pada Kamis malam tadi (30/8), sekitar pukul 21.00 WIB, tepatnya di pos polisi dekat swalayan Matahari Singosaren, memakan korban meninggal Bripka Dwi Data. Penembakan ini terjadi setelah sebelumnya terjadi penembakan di Pospam Gemblegan, Solo pada Jumat dinihari (17/8) dan pelemparan granat di Gladag pada Sabtu malam (18/8). [zul]

1xx

Kolom Komentar

Artikel Lainnya

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)