RUSUH BATAM
Komisi III: Intelijen Mandul atau Ada Keterlibatan Polisi?
Laporan: | Selasa, 19 Juni 2012, 16:55 WIB
RMOL. Peran intelijen kepolisian RI mesti lebih tajam dalam membaca potensi konflik dan mencegah konflik. Dorongan itu semakin kuat setelah aparat gagal mencegah bentrokan dua kelompok massa di Batam kemarin sore.
"Fungsi intelijen di kepolisian tidak berjalan dengan maksimal. Fungsi ini mandul bukan saja di Batam. Ini yang saya bilang ke Kapolri untuk segera meningkatkan kinerja intelijen untuk menghindari potensi konflik," ujar Wakil Ketua Komisi III DPR, Nasir Jamil, kepada wartawan di ruang kerjanya, gedung DPR, Senayan, Jakarta, hari ini (19/6).
Sebagai tindak lanjut, politisi PKS ini mengungkapkan rencana komisinya mengundang Kapolri untuk meminta keterangan terkait konflik yang terjadi di salah satu kota industri itu.
'Kami akan undang Kapolri untuk menanyakan seperti apa kepolisian dalam melihat konflik. Ini penting karena ini terkait dengan masa depan kepolisian," sambungnya.
Dia tak menutup dugaan bahwa ada oknum aparat kepolisian yang bersembunyi di belakang konflik itu.
"Jangan-jangan polisi ada di belakang kelompok ini. Ini yang akan kita tanyakan apakah polisi ada di belakangnya," ucap dia.
Dia katakan bahwa sekarang masyarakat lebih percaya preman daripada polisi untuk melindungi kepentingan bisnisnya. Fakta itu menunjukkan bahwa penegak hukum kehilangan kepercayaan.
"Mereka lihat polisi sudah tidak bisa lagi melindungi mereka, makanya mereka percayakan pada preman-preman ini," tutupnya.
[ald]