Marzuki Alie
“Kami mendukung pemerikÂsaÂan itu. Tapi tentunya dengan fakta yang kuat ada indikasi korupsi,†ujar Marzuki Alie di gedung DPR, kemarin.
Sebelumnya, Ketua KPK BuÂsyro Muqoddas mengatakan,lemÂbaganya segera menetapkan poÂlitikus Senayan sebagai terÂsangka baru perkara dugaan korupsi WisÂma Atlet SEA Games XXVI.
Marzuki Alie selanjutnya meÂngatakan, kalau memang ada tersangka dari DPR, silaÂkan saja diproses.
Berikut kutipan selengkapnya:
Apa DPR tidak membela angÂgotanya yang jadi terÂsangÂka?
Korupsi itu kan urusan pribadi masing-masing anggota DPR. Tidak ada kaitannya dengan lemÂbaga. Sikap kami jelas, menÂdoÂrong KPK untuk segera mengÂumumÂkan saja nama angÂgota DPR yang dijadikan terÂsangka itu.
Kita harus memisahkan terkait anggota DPR yang diduga berÂmasalah. Kalau terkait persoalan hukum, itu urusan penegak huÂkum. Untuk etika, itu urusan BaÂdan Kehormatan DPR.
Kalau ada tersangka baru dari DPR, berarti semakin baÂnyak wakil rakyat tersangÂkut kasus korupsi, bagaimana koÂmenÂtar Anda?
Saya sebagai pimpinan DPR hanya mengingatkan kepada seÂmua anggota DPR untuk menÂjaga nama baik dan citra lemÂbaÂga ini. Tentunya dengan tidak meÂlakukan hal-hal yang bisa seÂmakin mencoreng citra DPR. Itu yang kami harapkan.
Apa tanggapan Anda soal kritikan Busyro tentang hedoÂnisme DPR?
Kan gaya hidup seperti itu di DPR tidak banyak. Nggak sampai 5 persen. Kami berharap agar meÂreka mengubah tampilan ketika di DPR. Mereka sebagai wakil rakÂyat harus bisa menunjukkan emÂpati terhadap kondisi rakyat. KaÂmi tidak bisa melarang seÂseÂorang itu kaya. Namun ketika yang berÂsangkutan masuk ke DPR, tenÂtuÂnya harus menyiapkan dirinya tampil sebagai wakil rakyat.
Apakah itu pernyataan peÂrang dari KPK kepada DPR?
Saya melihat pernyataan itu boleh-boleh saja, karena sebagai negara yang demokratis sah saja. Tapi beliau sebagai penegak huÂkum, sebaiknya lebih banyak beÂkerja. Kita harapkan hasil kinerÂjanya baik dalam memberantas koÂrupsi. Korupsi yang besar-beÂsar segera diungkap.
Apakah ini berkaitan dengan agenda fit and proper test calon pimpinan KPK?
Semua bisa menduga-duga. Ini untuk menakut-nakuti biar nanti deal dalam seleksi. Sebaiknya jangan memberikan pernyataan yang menimbulkan polemik deÂngan persepsi yang bermacam-macam.
Oh ya, rakyat Papua diberiÂtakan minta referendum, tangÂgapan Anda?
Tidak ada istilah itu. Kita menÂdukung pemerintah pusat untuk menyelesaikan berbagai persoalÂan di Papua. ASeperti rasa ketiÂdakÂadilan, otonomi khusus yang dirasakan tidak berjalan, dan sistem kontrak karya PT Freeport yang tidak adil terhadap masyaÂrakat Papua. Itu harus diseleÂsaikan dengan baik.
Anda sudah dapat kontrak karya Freeport?
Belum. Menurut saya, ini adaÂlah tugas pemerintah untuk meÂlihat dan merinci secara detail konÂtrak tersebut. Mungkin nanti KoÂmisi VII DPR turun langsung untuk melihat, membaca, memÂpeÂÂlajari, dan mendukung upaya renegoisasi untuk perbaikan.
Makanya harus dicek lagi keÂnapa tidak ada perbaikan dalam hak-hak yang diterima Indonesia. Sumber daya alam kita yang diÂambil sangat banyak, namun Indonesia hanya mendapatkan satu persen royalti. Menurut saya itu kecil sekali. [Harian Rakyat Merdeka]