marzuki alie/ist
RMOL. Ketua DPR Marzuki Alie menerima dan menampung keluhan para jamaah haji. Dia berjanji kalau keluhan itu akan ditindaklanjuti dan tidak akan terjadi pada penyelenggaraan haji kedepannya.
Dalam Sidak yang dilakukan pada 7 November lalu, Marzuki kaget mendapatkan keluhan-keluhan dari jamaah yang beragam.
"Saya temukan dalam Sidak di maktab (tempat) 26, Kloter 62 (Madiun), para jamaah mengeluhkan pelayanan haji tahun ini tidak baik," katanya dalam rilis yang diterima Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Rabu, 8/11).
Contoh kasus yang ditemukan di Muzdalifah adalah tidak ada petugas dari Indonesia yang mengatur atau mengawasi jamaah yang datang dari Arafah. "Ada kesan jemaah ditelantarkan," ujar Marzuki.
Masalah kebersihan pun katanya, banyak dikeluhkan para jemaah. Tidak ada petugas kebersihan yang mengangkut sampah makanan selama dua hari menimbulkan bau yang tidak sedap mengundang lalat masuk ke tenda jemaah.
"Kurangnya fasilitas WC juga jadi masalah. Dan parahnya,di maktab ini yang menggunakan WC tidak hanya jemaah Indonesia, tapi juga jemaah dari Afrika, India dan lain-lain," ungkap Marzuki.
Di maktab ini tidak ada yang menjaga. Jamaah juga seperti dipaksa untuk mengambil nafar awal, sehingga maktab tidak perlu memberi makan satu hari agar untung besar. [dem]