Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)

Komisi IV DPR Bentuk Tim Khusus untuk Menyelesaikan Konflik AWS

Laporan: Dede Zaki Mubarok | Kamis, 30 Juni 2011, 13:36 WIB
Komisi IV DPR Bentuk Tim Khusus untuk Menyelesaikan Konflik AWS

Dipasena blok M/ilustrasi

RMOL. Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan spesifik ke Tulangbawang, Lampung untuk mendalami permasalahan yang terjadi di PT ArunaWijaya Sakti. Tim yang dipimpin Wakil Ketua Komisi IV, E. Herman Khairon, beranggotakan Iti Octavia Jayabaya dan Sri Hidayat dari fraksi Demokrat, Adi Sukemi dari fraksi Golkar, Sudin dari fraksi PDI Perjuangan, Zuber Safawi dari fraksi PKS, Wan Abu Bakar dari fraksi PPP, dan H.A Murady Darmansyah dari fraksi Hanura.

Sebelum melakukan peninjauan, tim terlebih dahulu melakukan pertemuan dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Pemkab Tuba dan perwakilan plasma PT. AWS baik yang pro maupun yang kontra. Dalam pertemuan tersebut, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, E.Herman Khairon mengatakan setelah membaca semua data, menganggap permasalahan Petambak BUMI DIPASENA menjadi krusial untuk segera diselesaikan. Herman menambahkan perlu adanya forum terbuka, untuk mendapatkan masukan dan sumbang saran dari beberapa pihak dan stake holder, dalam menyelesaikan masalah tersebut.

"Kalau diperlukan besok kami akan berkunjungan ke lapangan, maka kami akan kelapangan. Namun kalau misalnya forum disini lebih tau detailnya mengenai kondisi Dipasena maka kita selesaikan langsung di Tulangbawang," ujar Herman Khairon.

Pertemuan dipimpin Wakil Bupati Tuba Dr. (Cand) Hi. Agus Madihartono beserta jajaran satuan kerjanya. Hasilnya, setelah seluruh leading sector memaparkan  seperti dari DPRD, pemkab, polres, Kodim 0412 Lampung Utara, Lanud Astra Ksetra, serta plasma, baik yang pro maupun kontra, disepakati bahwa akan ada pembahasan lanjutan. Namun sangat disayangkan, dari pihak perusahaan tidak ada yang hadir, baik jajaran pengambil kebijakan maupun perwakilan. 

Rencananya, komisi IV yang membidangi masalah ini akan membentuk tim khusus (timsus) guna menindaklanjuti laporan dari plasma. Sebab, masalah tersebut menyangkut hajat nasional sehingga semua pihak harus mencarikan jalan yang terbaik.

"Siapa pun dapat saling berbicara, oleh karena itu ayo kita adukan, dengan memikirkan bagaimana tambak dapat terus berjalan, bagaimana masyarakat sekeliling tambak menjadi ada kehidupan kembali normal, dan perekonomian di daerah tersebut kembali berjalan”, ungkap anggota Komisi IV DPR RI, Sudin.

Usai melakukan pertemuan, Komisi IV langsung melakukan peninjauan ke PT AWS untuk melihat langsung kondisi yang terjadi sekarang ini. Sebelumnya Komisi IV DPR RI beraudiensi dengan Pemerintah Provinsi Lampung terkait persoalan tersebut. Menurut E Herman Khairon, diperlukan solusi terbaik agar inti maupun plasma memperoleh hal yang terbaik.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI mengatakan, solusi yg dicari setelah melakukan investigasi, bahwa telah terjadi kesalahpahaman dan perbedaan pendapat antara petambak sebagai plasma, PT. AWS sebagai inti. “Maka kami akan menyimpulkan bawah tim sudah terbentuk dikabupaten, ada tim penyelesaian sengketa ditulang bawang, kemudian diprovinsi sudah terbentuk tim terpadu dan dipusat ada tim pendukung revitalisasi yang dari kementrian kelautan perikanan, yang nantinya akan kita padukan untuk menyelesaikan para petambak di DIPASENA” tambah E.Herman Khairon. [dem]
1xx

Kolom Komentar

Artikel Lainnya

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)