DPR Ganjar 10 Lulusan Terbaik Ujian Nasional
Laporan: Dede Zaki Mubarok | Sabtu, 25 Juni 2011, 12:32 WIB
RMOL. Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan memberikan beasiswa dan penghargaan terhadap 10 orang lulusan terbaik Ujian Nasional tahun 2011 untuk tingkat SMP/MTs, SMA/MA dan SMK. Pemberian penghargaan dan beasiswa kepada lulusan terbaik ujian nasional tahun 2011 untuk tingkat SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK dimaksudkan untuk penambah semangat, memperoleh prestasi lebih bagus, belajar lebih giat, serta berguna bagi nusa bangsa dan agama.
DPR sebagai mitra pemerintah, jelas Taufik, turut mengapresiasi prestasi anak-anak didik dan hal tersebut merupakan sesuatu yang membanggakan.
"Aspek pendidikan jangan sampai tertinggal dengan sekolah lain. Sekarang ini jendela informasi sudah sangat luas, ada internet, karena itu tidak ada alasan buku mahal karena dengan teknologi informasi diharapkan dapat memperoleh informasi tambahan yang bermutu, apabila hanya belajar aspek formal semata sulit dapat mencapai target tertinggi," kata Taufik Kurniawan usai memberikan penghargaan, di Gedung DPR RI, Ruang Pansus B, Jumat (24/6).
Menurut Taufik, rencananya DPR juga akan mengundang siswa terbaik tingkat SD namun Mendiknas belum memberikan nama karena memang belum ada rekap skor tingkat nasional.
"Berbicara UN kitapun turut mengalami perasaan yang cemas, dan deg-degan. Prestasi ini merupakan kerja keras semua tim yang terlibat," terangnya.
Taufik mengharapkan melalui prestasi yang menakjubkan pada tingkat nasional, siswa diharapkan tidak perlu mengikuti tes kembali pada jenjang pendidikan berikutnya.
"Setiap tahun itu memang ada yang terbaik karena itu seluruh tunas bangsa ini harus kita perhatikan sehingga nantinya mereka semua dapat memperoleh pekerjaan yang layak, bahkan jika perlu susun rekam jejak yang jelas dari pemerintah, jangan sampai mereka tidak dapat meneruskan jenjang berikutnya karena faktor geografis maupun biaya," tegasnya.
Dia menambahkan, pemerintah menggelar Ujian Nasional untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi.
"Kalian sebagai anak bangsa mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam meningkatkan kualitas pendidikan itu sendiri dan membawa harum bangsa Indonesia. Oleh karena itu, jika pemerintah saja yang melakukan usaha peningkatan niscaya tidak akan pernah berhasil dan tidak akan optimal tanpa kesadaran kalian untuk menempa diri menjadi pribadi yang unggul," paparnya.
Untuk nama lulusan terbaik se-Indonesia, Lulusan terbaik SMP, terbaik I, Raden Hendry Heriyansa dari SMPN 3 Bandung, terbaik II, Clarissa dari SMP Mahatma Gandhi, Jakarta, terbaik III Fachri Muhammad dari SMPN1 Cianjur.
Untuk tingkat SMA, terbaik I, Agung Indah Suadnyani dan Ni Putu Maitri Nara Suari, terbaik II, Luh Gede Ayu Putri Vebriany, terbaik III, Made Cindy Widya Murthi berasal dari SMAN 4 Denpasar, Bali.
Sedangkan, tingkat SMK, terbaik I, Atik Fajaryani dari SMK Negeri 1 Bantul, terbaik II Anak Cantika Patma Dewi dari SMKN 8 Malang, terbaik III, Taneke Tasungkari dari SMK Negeri Losarang.
Lulusan SMP terbaik I meperoleh beasiswa sebesar Rp 8 Juta, Terbaik II, Rp 7 Juta, terbaik III, Rp 6 juta. Kemudian lulusan SMA dan SMK terbaik I, Rp 10 Juta, terbaik II sebesar Rp 9 juta, terbaik III sebesar Rp 8 juta.
Pada kesempatan tersebut, para guru maupun orang tua murid menyampaikan keluhannya terhadap fasilitas maupun biaya pendidikan yang semakin mahal saat ini.
"SMKN 8 Malang meskipun masih baru tetapi sudah mendapatkan ISO dengan murid rata-rata perkelas sebanyak 20 orang, dan berbasis IT namun untuk fasilitas seperti mushola dan mesjid masih pondasi karena itu kita mohon bantuannya," jelas Wakil Kepala Trisno Budi.
Lain halnya perwakilan Guru SMPN 3 Bandung Teti Haryati, dirinya mengeluhkan fasilitas kantin sekolahnya yang belum memadai karena itu, dia meminta dukungan DPR RI agar memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut.
Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan mengatakan, DPR akan segera menyampaikan kepada Mendiknas untuk memberikan perhatian serta dukungannya terhadap sekolah-sekolah yang telah menghasilkan putra-putri terbaiknya pada tingkat nasional ini.
Belajar 8 Jam Sementara peraih penghargaan Raden Henry Heriyansa menyatakan untuk memperoleh prestasi berskala nasional tidak tanggung-tanggung. Dirinya selalu belajar selama 8 jam sehari dan hal itu sudah dilakukannya sejak Januari awal tahun 2011. Dirinya memperoleh nilai UN tingkat SMP 39.75.
sebanyak 3 mata pelajaran mendapat nilai 10 dan hanya 1 mata pelajaran Matematika memperoleh nilai 9.75.
"Sejak Januari saya sudah mulai pemantapan untuk Ujian Nasional, untuk Matematika memang agak sulit karena itu privat di rumah,"papar Henry
Menurut Henry, dirinya tidak menyangka bakal mendapatkan beasiswa dan penghargaan dari DPR RI.
"Kaget dan tidak menyangka bisa sampai ke DPR,serta menemui langsung Wakil Ketua DPR RI," katanya.
Meskipun dirinya disibukkan dengan pelajaran ataupun materi di sekolah, Henry selalu menyempatkan bermain angklung yang memang sangat digemarinya itu sejak SD kelas 2. Bahkan dirinya aktif bermain alat tradisional tersebut di sekolahnya dahulu hingga memperoleh penghargaan sebagai juara Angklung ITB.
[ald]