Soimah Pancawati, Baru Ramai Kalau Sudah Dandan

Selasa, 17 November 2015, 08:00 WIB
Soimah Pancawati, Baru Ramai Kalau Sudah Dandan
Soimah Pancawati/net
rmol news logo Soimah memang artis serba bisa. Dia bisa nyanyi campur sari, ketoprak, pop Jawa, hip-hop hingga menjadi presenter. Terkesan ramai di panggung atau layar televisi, dia justru aslinya pendiam lho.

"Aslinya aku nggak seperti yang terlihat di TV. Berangkat dari rumah aku orangnya ng­gak banyak omong, tapi ketika sudah dandan dan sudah naik panggung itu sudah otoma­tis aku bisa berubah," ungkap Soimah kepada Rakyat Merdeka.

Karakter orang kaya yang sering dida­patkan Soimah selalu membuat dirinya merasa tidak enak dengan mem­peragakan kesombongannya. Istri dari Herwan Prandoko ini sadar bahwa dunia hiburan memang seperti itu dan mau nggak mau harus dijalani.

"Karena suka menda­patkan peran-peran yang menjadi orang kaya jadi otomatis aku meresapi, karena aku orang kampung jadi bayanganku orang kaya yang di kampung. Bukan orang kaya yang di sini. Kadang-kadang disuruh bagiin duit. Yang nggak enak di sini, ntar dikira sombong tapi ini karakter ya nggak papa. Untuk meraih karakter som­bong itu tidak gampang, jadi aku ya wis aku nikmati wae lah," tutur wanita kelahiran Pati, Jawa Tengah ini.

Karier Soimah berawal sebagai pe­nyanyi latar di sebuah acara stasiun televisi. Bakat sinden yang dimiliki membuat dirinya ingin memperkenal­kan apa itu arti sinden yang sesung­guhnya kepada penonton.

"Waktu awal aku di Jakarta, ada pe­nyanyi di Jakarta pake kebaya sudah dinamain sinden, sedangkan penyanyi itu nggak bisa nyinden. Jadi aku bener-bener memperkenalkan sinden yang sebenarnya di sini," jelasnya.

Menurut Soimah, penyanyi dangdut lebih memiliki respons yang lebih bagus daripada sinden. Dari situ lah artis yang mendapat julukan sinden gila ini dendam dan memikir­kan bagaimana caranya nyanyi untuk dapat respons yang bagus.

"Karena di Jogja satu panggung sama penyanyi dangdut, orang kalau merespons penyanyi dan­gdut lebih bagus dari pada sin­den. Karena kalau aku nyanyi langgeng kan nggak ada goy­angnya dan pakaiannya juga rapat. Di situ aku sering menda­pat respons nggak bagus dan disuruh turun karena nggak ada goyangnya," tutur wanita ber­sanggul ini.

"Aku pancing sedikit dengan goyangan ala-ala dan itu mendapatkan re­spons yang bagus. Dan ternyata memang harus agak gila, gila dalam arti mendapatkan respons dari penonton," lan­jutnya

Lalu, hingga hari ini, ada yang meng­kritisi gaya dan pe­nampilan saat be­raksi nggak?

"Dulu sinden ban­yak yang protes, tapi aku kasih pengertian dan semakin ke sini se­makin mengerti. Aku tidak merusak, justru aku memperkenalkan, dulu itu nggak ada yang ngerti sinden," jawabnya sambil tersenyum. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA