"Salah satu subjek yang dijalani adaÂlah teologi. Mereka banyak bertanya ke saya, awalnya sih berdebat. Tapi akhirnya mereka cari tahu sendiri," ungkap Raline.
"Akhirnya ada tiga orang yang mualaf, nah dua di antaranya itu coÂwok. Papaku itu mencurigai mereka mualaf karena mau nikahi aku, padahal kan nggak," imbuh finalis Puteri IndoÂnesia 2008 ini.
Ini juga yang menjadi alasan Raline sering berlibur ke Amerika.
"Aku biasanya ketemu teman sekoÂlah di sana yang mualaf masuk Islam karena aku. Alhamdulillah mereka masih muslim dan salat. Aku mengecek dia, masih muslim atau nggak," tandas bintang film
5 cm dan
99 Cahaya di Langit Eropa ini.
Selain itu, berlibur ke luar negeri dimanfaatkan Raline untuk mencari energi baru agar lebih
fresh ketika kembali ke Tanah Air dan bekerja.
"Aku selalu merasa kita harus
happy dan sehat itu mahal. Makanya biasanya pergi jauh dulu," cetus dara asal Medan yang masih jomblo ini.
Raline mendapatkan pengalaman baru sebagai wanita yang harus menÂjadi istri kedua di film
Surga Yang Tak Dirindukan. Karakter tersebut membuÂtuhkan banyak usaha untuk bersedih.
"Seratus persen beda dengan Raline. Dia dari keluarga susah, hidup susah, hamil di luar nikah, nggak ada orangÂtua, sedih sekali pokoknya. Karakter ini butuh banyak usaha untuk sedih, psikologi negatif," kata Raline.
Sosok bernama Maros itu diceritakan mendapat simpati dari karakter Fedi Nuril yang menolongnya. Diawali atas dasar kemanusiaan, Fedi semakin menaruh perhatian dan berusaha menÂjadikan Maros istri kedua. Sebelumnya karakter Fedi sudah memiliki keluarga kecil bahagia dengan istri cantik yang diperankan Laudya Cynthia Bella.
"Nggak ada yang disalahkan, situÂasinya yang sedih, yang membuat aku jadi istri kedua. Orang yang melalui ini semua, senang, bersalah, banyak keraguan dan ketakutan, Aku belum pernah melalui ini," tutup dara berdÂarah Melayu ini. ***
BERITA TERKAIT: