Diceritakan bintang film
Snow White and the HuntsÂman dan
Mad Max: Fury Road ini, peristiwa mengerikan itu terjadi saat usianya baru 15 tahun. Ia menyaksikan ibuÂnya menembak ayahnya yang seorang peminum dan kasar. "Ibu saya mneyelamatkan hidup saya beberapa kali," kata Theron.
Saat itu ia masih remaja dan baru pulang dari sekolah. Secara tiba-tiba, ayahnya menyerangnya dan ibunya secara fisik. Ayahnya mengancam dan mengacungkan pistol ke arah mereka.
Diduga kondisi ayahnya saat itu sedang mabuk berat. Gerda tak tinggal diam. Ia melakukan perlawanan. Ia menembak mati suaminya. Gerda melakukan itu untuk membela diri. Dan ia tidak dituntut atas tindakannya tersebut.
Pengalaman pahit itu terus menghantui Theron hingga saat ini. Menjadi trauma dan beban tersendiri untuk seleb asal AfÂrika Selatan ini.
"Ada sesuatu pengalaman dalam hidup saya. Saya memiÂliki pengalaman yang memÂbuat saya sangat trauma, di dalam hidup saya dan entah bagaimana itu membentuk saya," ungkapnya.
Di film terbarunya,
Dark Places, Theron berperan seÂbagai Libby Day yang menÂjadi satu-satunya saksi saat ibu dan adiknya dibunuh. Libby menjadi saksi di pengadilan melawan kakaknya yang diduga menjadi anggota kelompok pemuja setan.
Soal lain. Theron dan Sean Penn tengah dimabuk asmara. Mereka nampak berpacaran seperti layaknya anak remaja. Baru-baru ini, Theron dan aktor playboy itu tertangkap kamera saat menikmati liburannya di sebuah pantai di Malibu, Amerika Serikat.
Selama berada di pantai itu, pasangan tersebut terlihat sanÂgat mesra dan cenderung sedikit mesum. Ada satu momen, ketika berjemur, Penn memeluk TherÂon dan mencium bibirnya.
Mereka pun tidak memperduÂlikan sekitarnya. Padahal siang itu, pantai tersebut tengah ramai wisatawan.
Sebelumnya telah berhembus kabar yang menyebutkan kalau pasangan itu telah bertunangan. Sumber dekat sang artis menyeÂbutkan pasangan tersebut siap berkomitmen.
"Memang tidak ada cincin. Tapi mereka siap berkomitmen," ungkap sang sumber. ***