"Nikahnya udah dua tahun. Tapi udah biasa hidup sendiri kayak dulu, nggak ada bedanya. Sama aja kayak sebelum menikah," ungkap Marissa.
Bintang film
Sehidup (Tak) Semati, Otomatis Romantis dan
Manusia Setengah Salmon itu mengaku tak ingin terus dirundung kesedihan.
Move on sejauh ini sukses dilalui. Hebatnya, Marissa tak merasa terbebani dengan status janda. Pasalnya, dia memang sudah terbiasa mandiri dan tinggal sendiri saat masih
single. "Jadi kayak balik seperti dulu, cuma bedanya sekarang tidur sendiÂri," cetusnya lalu tertawa.
Dari pernikahan itu, Marissa mereka belum dikaruniai anak. Tidak terungkap pula alasan dirinya mau dicerai. "Ya ada lah, nggak perlu tahu," cetus kakak dari pesinetron Gilbert Marciano ini.
Lalu, sudah ada kah pengganÂti Agung? Marissa bilang tidak mau terburu-buru. Pengalaman bercerai membuatnya sekarang lebih selektif lagi. Bahkan beÂlum terpikir di benaknya untuk sekadar dipacari lelaki.
"Masih ada yang mau aku kerjakan. Belum kepikiran, tapi yang dekat ada, cuma nggak tahu sih, masih mau sendiri," urainya.
Kalaupun nanti sudah siap, Marissa mengaku tak punya tipe khusus bagi calon suami baÂrunya. "Yang jelas yang cocok aja, aku nggak macem-macem, nggak minta yang harus kaya, yang penting sayang dan nerima aku apa adanya," jelasnya.
Marissa menghindari berÂbagai kemungkinan masa laÂlunya kembali terulang. Meski tengah digebet seseorang, dia tetap belum mau memutuskan untuk kembali menikah karÂena berbagai alasan, termasuk
feeling-nya yang belum tepat.
"Ya jadi bisa tahu, bisa lihat baik apa nggak. Tapi kalau buat diri sendiri itu aku nggak bisa nerawang si cowok yang dekat sama aku. Paling cuma
feeling aja," akunya.
Marissa merasa dikaruniai indera keenam yang bisa meraÂmalkan masa depan. Tak sedikit dari teman-teman yang pernah dibantunya. Tapi, keterampilan itu ternyata tak bisa untuk menerawang masa depannya sendiri.
"Aku bisa bacain, terus aku kasih solusi. Aku bisa tahu masa depan dan masa lalu orang juga," cetusnya.
Indera keenam itu diketahui Marissa saat berusia 5 tahun. Awalnya ia divonis meningitis yang membuatnya koma cukup lama. Ketika terbangun dari koma, anugerah itu diakuinya tiba-tiba muncul. Ia seperti bisa melihat sesuatu yang tak bisa dilihat orang lain.
Gara-gara kejadian itu, MaÂrissa merasa tak punya kenangan semasa kecil. Ingatannya hanya sampai pada saat dirinya duduk di bangku kelas 5 SD. ***