Solena bilang, ia tahu Mayang dari rekannya sesama transgenÂder. Menurutnya Mayang sosok yang ambisius sekaligus pekerja keras.
“Jadi si Mayang ini anaknya seorang ambisi, pekerja keras dan orangnya pendiam,†terang SoÂlena kepada wartawan.
Sebenarnya, ia tak terlalu meÂngenal dekat Mayang. Tapi ia merasa sedih nasib Mayang sebaÂgai transgender yang menÂcari uang ke negeri orang harus berÂakhir tragis.
Solena juga menyayangkan, mengapa pekerjaan Mayang sebagai PSK di-blow up sedemiÂkian rupa di tengah kasus mutilasi yang menggemparkan itu.
“Anaknya itu berambisi dan beÂkerja keras, dia anak baik-baik sebeÂnarnya. Yang saya tidak suka prosÂtitusi itu di-blow up. Come on, ini kasus mengenai mutilasi, itu terjadi sama kita, kenapa yang diÂekspos sih prostistusi itu, dia itu tulang panggung keluarga,†protesnya.
Solena yang pernah membinÂtangi dua film Hollywood
The BrookÂlyn Finest dan
The Extra Man itu mengaku juga was-was deÂngan adanya kasus kekerasan tersebut.
Saat ini, Solena tengah berhuÂbungan serius dengan seorang pria asal Jerman.
“Amit-amit ya,
you have to be smart, you have choose to be smart. Itu nasib juga mana juga dia menyangka itu dia dibunuh, suami-istri pula. Pacar saya nggak pernah nyentil dikit aja, pacar saya nggak pernah kasar paÂdahal saya termasuk orang yang keras kepala sebetulnya,†akunya.
Diketahui, Solena pernah meÂnikah dengan wanita pada 2003 silam dan memiliki anak. Namun pernikahan itu berjalan tak bahagia karena ia merasa sejatiÂnya adalah seorang wanita. SoÂlena pun depresi.
“Setelah akting bertahun-tahun, saya merasa capek dipaksa nikah, nikah buat demi membaÂhagiakan orang, orang di sini maksudnya keluarga inti ya biar bisa diterima dipaksa nikah pada umur 25 tahun, itu 10 tahun yang lalu, terus nikah cuman 11 bulan, saya punya anak umur 11 tahun sekarang, saya depresi,†kisahnya.
Sedari kecil, Solena mengaku memang sudah gemulai. Ia lebih suka mengenakan pakaian peÂrempuan sedari dini. ***