Dengan wajah tanpa make-up, Meimei muncul di televisi mengenakan baju penjara berwarna oranye. Dia ditangkap polisi pada Juli lalu. Selain menjalani bisnis judi ilegal, wanita 23 tahun itu mengaku bisa mendapatkan banyak uang karena bekerja sebagai wanita panggilan. Pada pihak kepolisian dia mengaku menerapkan tarif tidak kurang dari 100 ribu yuan untuk setiap ‘kencan’.
“Aku bukan orang yang ingin hidup dengan menjadi wanita simpanan. Ada banyak orang yang mau menghabiskan uangnya untuk tidur denganku dalam semalam, tidak peduli berapapun harganya,†kata Meimei.
Pengakuan yang cukup mengejutkan. Sebab di Twitter, ia sering mengunggah foto-foto kehidupan mewahnya seperti berpose mengenakan bikini saat naik jet ski atau mengemudikan mobil Lamborghini. Meimei juga sempat menjadi bintang film. Dia memproduksi sendiri film tentang dirinya yang berjudul ‘I am Guo Meimei.’
Meimei mulai populer sejak 2011 setelah sering memamerkan foto dirinya berpose bersama mobil-mobil sport mewah dan memakai tas rancangan desainer.
Saat itu Meimei menyebut dirinya bekerja sebagai
commercial general manager untuk Palang Merah China.
Pengakuannya itu menimbulkan kontroversi. Orang-orang bertanya-tanya bagaimana seorang pekerja sosial bisa memiliki kehidupan yang begitu mewah. Gara-gara pengakuannya tersebut Palang Merah China terkena dampaknya.
Organisasi tersebut mengalami penurunan donasi, meskipun mereka sudah membantah bahwa Meimei tak bekerja di lembaga kemanusiaan tersebut.
Setelah ditangkap polisi, dia pun menyampaikan permintaan maafnya pada Palang Merah China. “Karena kesombonganku, aku melakukan kesalahan besar.
Aku dengan sungguh-sunggu minta maaf pada Palang Merah, juga pada orang-orang yang membutuhkan bantuan, tapi belum mendapatkannya,†katanya enteng. ***