Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mengarahkan pertanyaan mengenai rencana pembentukan BUMN khusus tekstil kepada Danantara. 
"BUMN tekstil tanya ke Danantara lah. Tapi tekstil bukan hanya BUMN," kata Sarmuji di sela-sela media gathering Forum Wartawan Industri bertajuk Industrialisasi Motor Penggerak Ekonomi di Hotel Alana, Bogor, Jumat 6 November 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah rencana pemerintah membentuk perusahaan pelat merah khusus sektor tekstil. Perusahaan ini disiapkan untuk mengonsolidasikan kekuatan industri TPT nasional sekaligus meningkatkan daya saingnya.
Sebelumnya, pemerintah juga mengkaji rencana akuisisi sejumlah perusahaan tekstil dalam negeri, termasuk PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) yang telah dinyatakan pailit. Langkah tersebut diarahkan untuk menyatukan keunggulan berbagai perusahaan sehingga dapat memperkuat struktur industri tekstil nasional.
Kementerian Perindustrian sebelumnya telah membahas rencana pembentukan perusahaan tersebut bersama Danantara, yang diproyeksikan turut mendukung kebutuhan pendanaannya.
Meski demikian, Sarmuji menegaskan bahwa pengembangan industri tekstil nasional tidak cukup hanya mengandalkan BUMN.
Keterlibatan pelaku usaha di luar perusahaan milik negara juga dinilai penting dalam memperkuat sektor tersebut.
BERITA TERKAIT: