Pasar PVC RI Dibanjiri Produk Impor Murah, Industri Lokal Terancam

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-alifia-suryadi-1'>SARAH ALIFIA SURYADI</a>
LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI
  • Sabtu, 07 November 2026, 12:26 WIB
Pasar PVC RI Dibanjiri Produk Impor Murah, Industri Lokal Terancam
Ilustrasi pabrik PVC (Foto: Istimewa)
Kecil Besar
rmol news logo Industri polivinil klorida (PVC) nasional memiliki kapasitas produksi hingga 1,2 juta ton per tahun, tetapi pasar domestik masih dibanjiri produk impor di tengah kelebihan pasokan petrokimia global.

Direktur Industri Kimia Hulu Kementerian Perindustrian, Sri Bimo Pratomo, mengatakan kapasitas produksi PVC Indonesia sebenarnya cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Permintaan PVC pada 2027 diperkirakan mencapai 873 ribu ton, dengan pertumbuhan sekitar 5,1 persen per tahun.

"Jadi kita kalau lihat kapasitasnya 1,2 juta ton, kemudian demand kita 873 ribu. Seharusnya kan ini bisa diproduksi semua dari dalam negeri. Nah, tetapi nyatanya sekarang banyak impor," kata Bimo dalam media gathering Forwin, Sabtu, 7 November 2026. 

Menurutnya, masuknya produk impor tidak terlepas dari kondisi industri petrokimia global yang mengalami kelebihan pasokan. Sejumlah negara, terutama China, terus menambah kapasitas produksi sehingga produk mereka membanjiri pasar, termasuk Indonesia, dengan harga relatif murah.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas), Fajar Budiono, mengatakan impor PVC berpotensi mencapai 300 ribu ton pada 2026. Meski data yang masuk menunjukkan penurunan dibandingkan 2025, besarnya impor tetap menjadi pekerjaan rumah bagi industri dalam negeri.

"Ini kita juga perlu dorong, jangan sampai impornya kegedean. Kita catat kira-kira tahun ini bisa sampai 300 ribu ton lagi," ujar Fajar.

Bimo menilai tekanan produk impor murah dapat mengganggu industri domestik, termasuk rencana peningkatan investasi dan kapasitas produksi. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi penguatan industri petrokimia nasional di tengah persaingan dengan produsen luar negeri yang memiliki kelebihan pasokan. rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA